Logistik Nasional dan Arus Ekspor Terancam : Pentingnya Sertifikasi K3 TKBM bagi Buruh Pelabuhan

 

 

Jakarta, 18 Desember 2024, TKBM News – Sektor logistik nasional dan arus ekspor Indonesia menghadapi tantangan serius akibat kurangnya tenaga kerja terlatih di pelabuhan, khususnya buruh pelabuhan (Tenaga Kerja Bongkar Muat/TKBM) yang tidak memiliki minimal sertifikasi Basic Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3 TKBM).

Kondisi ini dikhawatirkan dapat memperlambat proses bongkar muat, meningkatkan risiko kecelakaan kerja, serta mengganggu kelancaran distribusi logistik dalam negeri dan ekspor.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Serikat Pekerja TKBM Indonesia, dalam pernyataannya, mengungkapkan bahwa rendahnya tingkat pelatihan dan sertifikasi K3 TKBM pada buruh pelabuhan menjadi ancaman nyata bagi produktivitas pelabuhan. “K3 TKBM adalah pondasi utama dalam memastikan keselamatan kerja dan efisiensi operasional di pelabuhan. Tanpa pelatihan yang memadai, risiko kecelakaan kerja meningkat, dan ini berdampak langsung pada arus logistik,” tegasnya.

Data terbaru menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil TKBM di Indonesia yang memiliki sertifikasi K3 TKBM baru 200an . Padahal, pelabuhan merupakan gerbang utama perdagangan internasional yang sangat membutuhkan tenaga kerja kompeten dan tersertifikasi untuk mendukung target pemerintah meningkatkan ekspor dan daya saing global.

Menurut Subhan yang juga sebagai Koordinator Nasional Peningkatan Skill Buruh Pelabuhan Indonesia, kurangnya pelatihan K3 TKBM tidak hanya membahayakan keselamatan buruh, tetapi juga dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan.  jelasnya.

Wakil Menteri Tenaga Kerja Indonesia menyatakan komitmennya untuk meningkatkan pelatihan K3 bagi buruh pelabuhan. Dalam program Indonesia Emas 2045, Gerakan Nasional Peningkatan Skill Buruh Pelabuhan Indonesia telah menyampaikan kepada  pemerintah menargetkan 40.000 buruh pelabuhan di seluruh Indonesia mendapatkan sertifikasi Basic K3 TKBM  sebagai minimal langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Baca Juga  Pelabuhan Ekspor-Impor Terbesar di Indonesia dalam Kendali Asing - Hutchison Ports Holdimg

Pelindo Holding dan sejumlah pelaku industri pelabuhan menyambut baik inisiatif ini. Mereka menekankan bahwa sertifikasi K3 TKBM adalah investasi jangka panjang yang akan memperkuat sistem logistik nasional, menekan angka kecelakaan kerja, dan meningkatkan kepercayaan mitra dagang internasional.

Ke depan, pelatihan dan sertifikasi K3 TKBM harus menjadi kewajiban di setiap pelabuhan, baik milik pemerintah maupun swasta, sebagai upaya bersama untuk memperbaiki ekosistem logistik nasional. Sebagai negara maritim, Indonesia harus memastikan buruh pelabuhan tidak hanya terampil tetapi juga memiliki jaminan keselamatan kerja demi masa depan logistik yang lebih efisien dan berdaya saing.

 

Posting Terkait

Jangan Lewatkan