Gerakan Nasional Peningkatan Skill Buruh Pelabuhan: Bertekad Lawan dan Laporkan Penghambat Sertifikasi TKBM

Gerakan Nasional Peningkatan Skill Buruh Pelabuhan: Bertekad Lawan dan Laporkan Penghambat Sertifikasi TKBM

 

 

Jakarta, 28 November 2024, TKBM News– Gerakan Nasional Peningkatan Skill Buruh Pelabuhan yang digagas oleh Aliansi Nasional Buruh Pelabuhan Imdonesia terus berkomitmen untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja bongkar muat (TKBM) di seluruh pelabuhan Indonesia. Program yang bertujuan mencetak 40.000 buruh pelabuhan bersertifikasi ini mendapatkan perhatian luas, termasuk dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Dalam pidato pembukaan Pelatihan Basic K3 TKBM di Pelabuhan Tg.Priok Jakarat, Subhan Hadil selaku Koordinator Nasional Aliansi Buruh Pelabuhan  yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat  SP TKBM Indonesia menyatakan bahwa gerakan ini adalah langkah strategis menuju peningkatan kualitas sumber daya manusia yang sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045. Namun, ia juga menyoroti adanya tantangan dan hambatan dari pihak-pihak tertentu yang diduga berusaha menghalangi pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi TKBM.

“Kami tidak akan tinggal diam menghadapi pihak-pihak yang mencoba menghambat upaya peningkatan kompetensi buruh pelabuhan. Jika diperlukan, kami siap melaporkan tindakan tersebut kepada pihak berwenang,” tegas Ketua Umum Pimpinan Pusat SP TKBM Indonesia.

Hambatan yang dimaksud meliputi birokrasi berbelit dalam pengurusan izin pelatihan, minimnya dukungan dari pemangku kepentingan tertentu, hingga potensi pembiayaan yang seakan-akan dan pada akhirnya berusaha membangun Isyu negatif dan ternyata tidak ingin buruh pelabuhan terlatih dan tersertifikasi

Komitmen Melawan Hambatan dan Mendorong Kolaborasi

Koordinator Nasional Aliansi Buruh Pelabuhan Indonesia, didepan Wamenaker saat sambutan acara menambahkan bahwa gerakan ini tidak hanya ditujukan untuk mencetak tenaga kerja kompeten, tetapi juga membangun sinergi dengan pemerintah, perusahaan pelabuhan, dan asosiasi terkait.

“Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama mendukung program ini. Buruh pelabuhan yang bersertifikasi tidak hanya meningkatkan keselamatan kerja, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pelabuhan sebagai pusat logistik nasional,” ujarnya.

Baca Juga  Buruh Pelabuhan Segera Gantung Sling Jika Upah Tidak Sesuai Ketentuan Pemerintah

Acara ini juga menghadirkan sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Direktur SDM Pelindo Holding, Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Provinsi DKI Jakarta, DPP APBMI, Organisasi SP/SB Se Indoneisa , Konfederasi2 dan Federasi2  , dengan tujuan memberikan wawasan strategis mengenai pentingnya pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja terutama K3 di sektor pelabuhan.

Langkah Nyata untuk Masa Depan TKBM

Gerakan ini adalah bagian dari upaya menciptakan ekosistem pelabuhan yang modern, aman, dan efisien. Dengan fokus pada pelatihan bersertifikasi K3, operator alat berat, dan manajemen keselamatan kerja, buruh pelabuhan diharapkan mampu bersaing secara global.

Dalam kesempatan terpisah, beberapa buruh pelabuhan menyambut baik program ini. “Kami sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. Namun, kami berharap prosesnya bisa berjalan lancar tanpa hambatan,” ujar salah satu buruh pelabuhan di Tanjung Priok.

Gerakan Nasional Peningkatan Skill Buruh Pelabuhan menegaskan bahwa mereka akan terus mendorong perubahan positif meskipun menghadapi tantangan. Dengan tekad kuat, mereka yakin bahwa tujuan mencetak buruh pelabuhan bersertifikasi dapat tercapai, mendukung terciptanya pelabuhan-pelabuhan yang lebih maju dan kompetitif di masa depan.

 

Posting Terkait

Jangan Lewatkan