Mardhiko Ning Sajati Mewujudkan Indonesia Emas dan Kembalinya Kejayaan Nusantara melalui Gerakan Peradaban Buruh Sekolah & Buruh Sarjana dari Pelabuhan

Mardhiko Ning Sajati
Mewujudkan Indonesia Emas dan Kembalinya Kejayaan Nusantara melalui Gerakan Peradaban Buruh Sekolah & Buruh Sarjana dari Pelabuhan

Gerakan Peradaban Program Nasional Buruh Sekolah & Buruh Sarjana

 

Bangsa yang besar tidak hanya dibangun dari kekayaan alamnya, tetapi dari jiwa-jiwa merdeka yang berani belajar, berpikir, dan bertindak demi kebaikan bersama. Inilah semangat yang terkandung dalam falsafah luhur :
“Mardhiko Ning Sajati” — Kemerdekaan yang Sejati.

Kemerdekaan sejati adalah kebebasan yang tidak hanya fisik, tetapi juga pemerdekaan pikiran, pendidikan, dan martabat manusia. Dan dari jantung pelabuhan Indonesia, semangat ini digelorakan kembali dalam bentuk Gerakan Peradaban – Buruh Sekolah dan Buruh Sarjana, oleh SP TKBM Indonesia pada milad 21th SP TKBM Indonesia.

Gagasan Besar dari Akar Rumput

Didalam gerakan, SP TKBM Indonesia tidak hanya memperjuangkan hak buruh secara normatif, tetapi meletakkan fondasi perjuangan yang lebih besar: transformasi kelas pekerja menjadi pelaku utama dalam pembangunan bangsa.
SP TKBM Indomesia melihat bahwa buruh pelabuhan—yang selama ini hanya dipandang sebagai roda penggerak ekonomi fisik—memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak kebudayaan dan kaderisasi nasional.

Dari pemikiran inilah lahir Gerakan Peradaban : Buruh Sekolah dan Buruh Sarjana, sebagai jalan konkret untuk mencerdaskan buruh, memerdekakan pikiran, dan melahirkan pemimpin-pemimpin baru dari akar bangsa.

Buruh Belajar, Dari Pelabuhan Menuju Peradaban

Program Buruh Sekolah dan Buruh Sarjana membuka akses :

  • Pendidikan formal dari Paket A, B, C hingga universitas,
  • Pelatihan vokasi dan kepemimpinan berbasis karakter dan budaya kerja,
  • Penguatan literasi kebangsaan, digital, dan ekonomi kerakyatan.

Semua ini bukan semata program sosial, tetapi bagian dari kebijakan strategis nasional yang menempatkan buruh sebagai subjek pembangunan peradaban.

Jejak HOS Tjokroaminoto, Guru Bangsa yang Menyulut Api Pembebasan

Gerakan ini tidak berjalan tanpa akar. Ia berakar kuat pada jejak sejarah HOS Tjokroaminoto, tokoh Sarekat Islam dan guru bangsa yang percaya bahwa pembebasan bangsa harus melalui ilmu dan kesadaran.
Dari rumah kontrakan kecil di Surabaya, Tjokroaminoto mencetak kader-kader besar seperti Soekarno, Semaoen, dan Kartosuwiryo.

Baca Juga  Revolusi SDM Pelabuhan Dimulai : SP TKBM Indonesia Desak Menhub Tegakkan Sertifikasi & Dukung Program Buruh Sekolah – Buruh Sarjana

Kini, semangat itu dihidupkan kembali oleh SP TKBM Indonesia, dari pelabuhan-pelabuhan Nusantara.
Jika Tjokro membina pemuda, maka SP TKBM membina buruh untuk menjadi pemikir, pemimpin, dan pelopor bangsa.

Menuju Indonesia Emas dan Kebangkitan Nusantara

Indonesia Emas 2045 hanya akan menjadi kenyataan bila seluruh rakyat, termasuk buruh pelabuhan, dilibatkan dalam proses kemajuan. Dengan jiwa mardhika, mereka tidak hanya membawa logistik negeri, tetapi membawa harapan bangsa.

Gerakan ini bukan hanya tentang gelar akademik, tetapi tentang pembebasan struktural, tentang memberi tempat bagi buruh untuk berpikir, bersuara, dan memimpin.
Dari pelabuhan, kita tidak hanya memuat barang, tapi juga mengangkut masa depan.

Penutup : Dari Buruh Menjadi Pemimpin, Dari Pelabuhan Menuju Kejayaan

SP TKBM Indonesia, telah menyalakan api perubahan.

Gerakan Mardhiko Ning Sajati adalah panggilan untuk menjadikan pelabuhan sebagai pusat peradaban baru dan buruh sebagai pionir Indonesia maju.

“Karena sejatinya, kejayaan Nusantara tidak akan kembali tanpa kebangkitan rakyat pekerja.
Dan Indonesia Emas tidak akan mungkin tercapai tanpa buruh yang berpikir, belajar, dan memimpin.”

Dari buruh pelabuhan, lahir pemimpin peradaban.
Dari Gerakan Mardhiko Ning Sajati, Indonesia bangkit.
Dari SP TKBM Indonesia, Nusantara bersinar kembali.

oleh : Subhan Hadil, Ketua Umum Pimpinan Pusat SP TKBM Indonesia inisiator Gerakan Peradaban Buruh Sekolah dan Buruh Sarjana,