80 Tahun Kemerdekaan RI  Saatnya Buruh Pelabuhan Sekolah dan Menjadi Sarjana

Beranda, Berita, Nasional1655 Dilihat

80 Tahun Kemerdekaan RI  Saatnya Buruh Pelabuhan Sekolah dan Menjadi Sarjana

 

 

Jakarta, 18 Agustus 2025, TKBM News – Memasuki usia 80 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah saatnya buruh pelabuhan di seluruh tanah air memperoleh kesempatan yang sama untuk sekolah dan menjadi sarjana.

Melalui program “Buruh Sekolah & Buruh Sarjana”, Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Tenaga Kerja Bongkar Muat Indonesia (SP TKBMIndonesia) menyerukan kepada negara untuk turun tangan secara nyata dengan memberikan dukungan alokasi anggaran dan program pendidikan, sebagaimana telah dilakukan melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP), namun kini diperluas untuk menjangkau buruh pelabuhan dan keluarganya.

Buruh pelabuhan bukan hanya tulang punggung logistik nasional, tetapi juga bagian penting dari denyut nadi perekonomian bangsa. Namun, realitas di lapangan masih banyak buruh pelabuhan yang kesulitan melanjutkan pendidikan karena keterbatasan biaya dan akses. Melalui dukungan negara, buruh tidak hanya menjadi pekerja keras di dermaga, tetapi juga memiliki peluang untuk naik kelas melalui pendidikan formal dan sertifikasi keahlian.

Program pendidikan ini terintegrasi dengan Badan Diklat TKBM Indonesia, sebagai satu-satunya badan diklat resmi milik buruh pelabuhan, atau badan otonom yang didirikan oleh SP TKBM Indonesia. Dengan demikian, setiap buruh pelabuhan dapat memperoleh sertifikasi kompetensi, pendidikan berjenjang, hingga kesempatan menjadi sarjana, demi meningkatkan kesejahteraan dan martabat buruh beserta keluarganya.

Ketua Umum Pimpinan Pusat SP TKBM Indonesia, Subhan Hadil, menegaskan:

“Kami mendesak negara hadir melalui alokasi anggaran pendidikan yang nyata bagi buruh pelabuhan. Program Buruh Sekolah dan Buruh Sarjana bukan hanya mimpi, tetapi kebutuhan mendesak agar buruh pelabuhan tidak hanya bekerja keras, tetapi juga cerdas, terdidik, dan siap menghadapi tantangan zaman. Sertifikasi Keahlian bagi Buruh Pelabuhan melalui Badan Diklat TKBM Indonesia harus menjadi pintu masuk agar buruh pelabuhan memiliki kompetensi, daya saing, dan kesempatan menjadi sarjana.”

Momentum 80 Tahun RI menjadi pengingat bahwa kemerdekaan sejati tidak hanya berarti bebas dari penjajahan, tetapi juga memberi ruang bagi seluruh rakyat – termasuk buruh pelabuhan – untuk mengenyam pendidikan, mengembangkan diri, dan turut serta membangun bangsa.

Baca Juga  Designing Your Hair

SP TKBM Indonesia menegaskan: Saatnya buruh pelabuhan sekolah, saatnya buruh pelabuhan menjadi sarjana.

 

Posting Terkait

Jangan Lewatkan