DI BALIK MAKNA HARI KOPERASI INDONESIA Refleksi Nilai Gotong Royong dalam Membangun Kesejahteraan Bangsa 

Artikel, Beranda, Koperasi1064 Dilihat

DI BALIK MAKNA HARI KOPERASI INDONESIA
Refleksi Nilai Gotong Royong dalam Membangun Kesejahteraan Bangsa 

 

Setiap tanggal 12 Juli, bangsa Indonesia memperingati Hari Koperasi Nasional, bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum reflektif atas perjalanan panjang sebuah sistem ekonomi kerakyatan yang mengakar dalam nilai luhur bangsa: gotong royong, kebersamaan, dan keadilan sosial.

Di balik perayaan ini tersimpan kisah perjuangan rakyat kecil yang berupaya membangun kemandirian ekonomi melalui wadah koperasi. Lahir dari semangat kebangsaan dan rasa solidaritas sosial, koperasi hadir sebagai bentuk nyata perlawanan terhadap ketimpangan sistem ekonomi kolonial. Sebuah warisan gagasan Bung Hatta yang menyebut koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional.

Hari Koperasi menjadi pengingat bahwa di tengah arus kapitalisme dan globalisasi, kita masih memiliki sistem yang berpihak pada rakyat — koperasi yang berasaskan nilai keanggotaan sukarela, pengelolaan demokratis, dan pembagian hasil secara adil.

Namun di balik euforia perayaan, kita dihadapkan pada pertanyaan yang lebih dalam: sudah sejauh mana koperasi menjadi solusi nyata atas ketimpangan sosial dan ekonomi saat ini? Sudahkah koperasi hadir dalam kehidupan generasi muda sebagai instrumen pemberdayaan dan bukan sekadar warisan ideologi?

Di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, semangat revitalisasi koperasi kembali digalakkan. Pembentukan Koperasi Merah Putih di desa dan kelurahan menjadi langkah strategis menghadirkan kembali peran koperasi sebagai ujung tombak ketahanan pangan, energi, dan ekonomi lokal.

Hari Koperasi Indonesia bukan hanya milik para pelaku koperasi, tapi milik seluruh rakyat Indonesia yang percaya bahwa kesejahteraan bisa dibangun bersama, bukan sendiri-sendiri. Melalui koperasi, kita menanam amal jariyah ekonomi, menebar keberkahan sosial, dan menjemput kedaulatan bangsa.

Maka, peringatan ini harus dimaknai lebih dari sekadar perayaan simbolik. Ia adalah panggilan untuk kembali menata ulang arah pembangunan ekonomi nasional yang berakar dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Baca Juga  Koperasi Pelayaran Rakyat (KOPELRA) Semarang Gelar RAT ke-47 Disertai Medical Check Up Anggota

Koperasi Jaya, Rakyat Sejahtera

Nusantara Baru, Indonesia Maju

 

(By: Ki Ageng Sambung Bhadra Nusantara)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan