Analisis Program Prioritas Calon Gubernur Jakarta 2024: Program Pro Buruh Pelabuhan dan Agenda Kerja Sapa Buruh Pelabuhan

Analisis Program Prioritas Calon Gubernur Jakarta 2024:  Program Pro Buruh Pelabuhan dan Agenda Kerja Sapa Buruh Pelabuhan

gambar ilustrasi : Aliansi Buruh Pelabuhan Kawal Pilkada Pro Buruh Pelabuhan

 

oleh : Subhan H – Koordinator Nasional Aliansi Buruh Pelabuhan Indonesia – Ketua Umum Pimpinan Pusat SP TKBM Indoneisa

 

Dalam Pemilihan Gubernur Jakarta 2024, tiga calon gubernur menampilkan visi dan misi yang berbeda, yang berusaha menjawab tantangan masa depan Jakarta, termasuk isu buruh pelabuhan. Buruh pelabuhan merupakan salah satu kelompok vital dalam mendukung perekonomian Jakarta, terutama dalam hubungannya dengan logistik dan perdagangan. Berikut adalah analisa dari program pro buruh pelabuhan yang relevan dari ketiga calon:

A) Ridwan Kamil – RIDO (No. 1)

Tagline: “Jakarta Baru Jakarta Maju”

Visi dan Misi:

Ridwan Kamil berfokus pada pembentukan Jakarta sebagai Kota Global yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan. Dalam konteks buruh pelabuhan, visi ini bisa diterjemahkan dalam bentuk modernisasi infrastruktur pelabuhan dan penerapan teknologi canggih.

Program pembangunan infrastruktur modern dan tata kelola yang efektif akan memberikan dampak langsung pada peningkatan efisiensi pelabuhan. Hal ini akan membantu buruh pelabuhan dengan menciptakan kondisi kerja yang lebih baik dan meningkatkan akses terhadap teknologi baru yang bisa mempercepat proses bongkar muat barang.

Program Pro Buruh Pelabuhan:

1. Infrastruktur Modern: Dengan menjadikan pelabuhan sebagai bagian dari rencana infrastruktur modern dan teknologi canggih, buruh pelabuhan akan mendapatkan akses ke peralatan yang lebih baik dan kondisi kerja yang lebih aman.

2. Keadilan Sosial: Dalam misinya untuk menciptakan keadilan sosial dan inklusi, program Ridwan Kamil dapat mencakup peningkatan perlindungan hak-hak buruh pelabuhan, akses terhadap layanan kesehatan, dan program pelatihan untuk meningkatkan keterampilan mereka.

Baca Juga  Sosialisasi Program Perumahan Pekerja Pelabuhan di Ciwandan Banten: Sinergi BPJS Ketenagakerjaan, Bank BTN, Developer, Koperasi Karyawan dan Serikat Pekerja

Agenda Kerja Sapa Buruh Pelabuhan:

Ridwan Kamil kemungkinan akan menggelar agenda dialog langsung dengan buruh pelabuhan untuk mendengarkan aspirasi mereka, serta mendiskusikan bagaimana modernisasi pelabuhan bisa meningkatkan kesejahteraan dan keamanan pekerja. Program pelatihan dan pendidikan bagi buruh pelabuhan juga dapat menjadi salah satu fokusnya, sejalan dengan misi mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif.

B) Dharma Parenkuan – Dharma – Kun (No. 2)

Tagline: “Jakartaku Aman”

Visi dan Misi:

Visi Dharma untuk menjadikan Jakarta sebagai Pusat Perekonomian Nasional dan Global yang Aman sangat relevan bagi buruh pelabuhan. Fokus pada reformasi regulasi dan tata kelola serta transformasi kota global yang aman dan sehat menawarkan peluang untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat bagi buruh pelabuhan.

Program Pro Buruh Pelabuhan:

1. Keselamatan Kerja: Dharma Kun memiliki misi untuk meningkatkan keselamatan masyarakat melalui pengobatan preventif dan penanganan kesehatan yang aman. Ini bisa diterjemahkan ke dalam program peningkatan kesehatan kerja di pelabuhan serta penyediaan fasilitas kesehatan yang lebih baik untuk para buruh.

2. Perbaikan Tata Ruang Pelabuhan: Salah satu misinya yang berfokus pada pengembangan desain tata ruang bisa berarti peningkatan infrastruktur pelabuhan untuk mengatasi kemacetan dan meningkatkan efisiensi kerja buruh pelabuhan.

Agenda Kerja Sapa Buruh Pelabuhan:

Dharma Kun kemungkinan akan melakukan kunjungan lapangan dan berdialog langsung dengan buruh pelabuhan untuk membahas perbaikan sistem keselamatan kerja, penyediaan jaminan kesehatan yang lebih baik, serta memastikan pelabuhan beroperasi dengan standar internasional yang lebih tinggi.

C) Pramono Anung – Pram Rano (No. 3)

Tagline: “Jakarta Menyala, Kagak Ribet Dah”

Visi dan Misi:

Visi Pram Rano yang menekankan akses luas terhadap sumber kehidupan dan distribusi hasil pembangunan yang merata mencakup perhatian terhadap buruh pelabuhan. Dengan agenda pemerataan dan keberlanjutan, buruh pelabuhan dapat menjadi sasaran utama dalam distribusi manfaat pembangunan pelabuhan.

Baca Juga  Kembalikan Peran BUMN Berdasarkan UUD 45: Mengembalikan Fokus pada Pembangunan Ekonomi Kerakyatan

Program Pro Buruh Pelabuhan:

1. Pemberdayaan Ekonomi: Dalam upayanya membuka akses seluas mungkin terhadap sumber ekonomi, Pram Rano dapat memfokuskan perhatian pada peningkatan upah dan peningkatan kondisi kerja buruh pelabuhan, sejalan dengan visinya untuk kesejahteraan merata.

2. Pengelolaan Modern: Pram Rano berkomitmen terhadap manajemen kota modern yang akuntabel dan responsif, termasuk tata kelola pelabuhan yang lebih efisien, memberikan dampak pada kenyamanan kerja dan peningkatan produktivitas buruh.

Agenda Kerja Sapa Buruh Pelabuhan:

Dialog Terbuka akan menjadi salah satu pendekatan Pram Rano untuk memastikan buruh pelabuhan terlibat dalam diskusi pengelolaan modern pelabuhan. Program jaminan sosial yang lebih kuat serta penyediaan fasilitas kesejahteraan bagi buruh pelabuhan juga mungkin menjadi fokus kebijakan ini.

Kesimpulan

Ketiga calon gubernur memiliki pendekatan yang berbeda dalam mengatasi isu buruh pelabuhan. Ridwan Kamil menekankan pada modernisasi infrastruktur dan teknologi, Dharma Kun fokus pada keselamatan kerja dan tata kelola yang lebih baik, sementara Pram Rano menyoroti pemerataan akses ekonomi dan manajemen kota modern. Masing-masing pendekatan ini dapat meningkatkan kondisi kerja buruh pelabuhan dan memberikan peluang bagi mereka untuk berkembang di tengah transformasi Jakarta sebagai kota global.