JAKARTA UTARA MENUJU KOTA PELABUHAN DAN LOGISTIK KELAS DUNIA YANG CERDAS, SEJAHTERA, DAN BERKEADILAN

JAKARTA UTARA MENUJU KOTA PELABUHAN DAN LOGISTIK KELAS DUNIA YANG CERDAS, SEJAHTERA, DAN BERKEADILAN

“Jakarta Utara Yang Kita Cita-Citakan”  

 

Jakarta Utara, 2 Juni 2026, TKBM News – Kemajuan pelabuhan dan logistik di Jakarta Utara harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat. Pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi seluruh warga.

Hal tersebut disampaikan oleh Subhan Hadil, putra asli kelahiran Jakarta Utara yang selama ini aktif memperjuangkan kesejahteraan pekerja pelabuhan dan pembangunan sumber daya manusia di kawasan maritim Indonesia. saat TKBM News wawancara  pagi di jakarta 2/6/2026,

Menurutnya, Jakarta Utara memiliki posisi strategis sebagai gerbang perdagangan nasional dan internasional. Keberadaan pelabuhan, kawasan logistik, industri, dan perdagangan harus menjadi kekuatan utama untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat serta meningkatkan kualitas hidup warga.

“Jakarta Utara yang kita cita-citakan bukan hanya menjadi kota pelabuhan dan logistik kelas dunia, tetapi juga menjadi kota yang mampu melahirkan masyarakat yang cerdas, terampil, sehat, dan sejahtera. Kemajuan pelabuhan harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga,” ujar Subhan Hadil.

 

Tidak Boleh Ada Lagi Warga Putus Sekolah

Subhan Hadil menegaskan bahwa pendidikan harus menjadi prioritas utama pembangunan Jakarta Utara. Menurutnya, sudah saatnya seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, dunia usaha, pelabuhan, kawasan industri, perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, organisasi keagamaan, maupun organisasi masyarakat bersinergi untuk memastikan seluruh warga memperoleh akses pendidikan yang layak.

Ia menyoroti masih adanya warga yang belum menyelesaikan pendidikan hingga setingkat SMA atau SMK.

“Ke depan, kita harus memiliki target besar. Tidak boleh ada lagi warga Jakarta Utara yang putus sekolah. Tidak boleh ada lagi warga usia produktif yang belum menyelesaikan pendidikan minimal setingkat SMA atau SMK. Ini adalah investasi terbesar untuk masa depan Jakarta Utara,” tegasnya.

Baca Juga  ACHMAD MUCHTASYAR DI PUNCAK PELINDO, SAATNYA DERMAGA INDONESIA MENJADI WAJAH PERDAGANGAN DUNIA

Menurutnya, program pendidikan kesetaraan, kejar paket, bantuan pendidikan, serta pelatihan berbasis kompetensi harus diperluas agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Kuliah untuk Semua Tanpa Terkecuali

Selain pendidikan menengah, Subhan Hadil yang merupakan Presidum Nasional Dewan Buruh Pelabuhan Indonesia juga mendorong hadirnya program fasilitasi pendidikan tinggi bagi seluruh warga Jakarta Utara.

Ia menilai bahwa akses menuju perguruan tinggi harus dibuka seluas-luasnya tanpa membedakan latar belakang ekonomi, status sosial, maupun wilayah tempat tinggal.

“Kesempatan beasiswa kuliah harus diberikan kepada seluruh warga tanpa pilih kasih dan tanpa terkecuali. Anak buruh, anak nelayan, anak pedagang kecil, maupun anak pekerja pelabuhan harus memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi sarjana dan profesional,” katanya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, ia mendorong pengembangan program buruh sekolah dan buruh sarjana bagi buruh dan keluarga serta masyakarat sekitar pelabuhan,  beasiswa, kerja sama dengan perguruan tinggi, program kuliah bagi pekerja, bantuan biaya pendidikan, serta gerakan “Satu Keluarga Sarjana” sebagai bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia Jakarta Utara.

Pelabuhan Modern Membutuhkan SDM Unggul

Sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat SP TKBM Indonesia, Subhan Hadil menilai bahwa masa depan pelabuhan dan logistik sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, Jakarta Utara harus menjadi pusat lahirnya tenaga profesional di bidang maritim, logistik, ekspor-impor, teknologi informasi, manajemen rantai pasok, kewirausahaan, dan industri kreatif.

“Membangun pelabuhan tidak cukup hanya dengan membangun dermaga, gudang, dan alat-alat modern. Yang paling penting adalah membangun manusianya. SDM unggul adalah fondasi utama kota pelabuhan kelas dunia,” ujarnya.

Visi Jakarta Utara 2030

Dalam pandangannya, Jakarta Utara pada tahun 2030 harus mampu menjadi :

  • Kota Pelabuhan dan Logistik Kelas Dunia.
  • Pusat Maritim dan Perdagangan Nasional.
  • Kota dengan Tingkat Kemiskinan yang Rendah.
  • Kota dengan Pendidikan Menengah Tuntas bagi Seluruh Warga.
  • Kota dengan Akses Pendidikan Tinggi yang Merata.
  • Kota dengan SDM Unggul dan Berdaya Saing Global.
  • Kota yang Menghormati Buruh dan Pekerja.
  • Kota yang Mendukung Koperasi, UMKM, dan Ekonomi Kerakyatan.
  • Kota yang Sehat, Bersih, dan Berkelanjutan.
Baca Juga  Gelar HARKOPNAS ke-78, DEKOPINWIL Jatim Hadirkan Gebyar UMKM di Bojonegoro

Pelabuhan Adalah Rumah Kita Bersama

Menutup pernyataannya, Subhan Hadil mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Jakarta Utara sebagai kota pelabuhan yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga maju dalam bidang pendidikan, kesejahteraan, dan kemanusiaan.

“Pelabuhan adalah rumah kita bersama. Kemajuan Jakarta Utara harus menjadi kemajuan seluruh masyarakatnya. Ketika pendidikan meningkat, kemiskinan menurun, kualitas hidup membaik, dan kesempatan terbuka bagi semua, maka Jakarta Utara akan benar-benar menjadi kota pelabuhan dan logistik yang membanggakan Indonesia di mata dunia,” pungkasnya.

 

TKBM NEWS
“Menyuarakan Aspirasi Buruh Pelabuhan, Mengawal Kemajuan Maritim Indonesia”