Detik Menjemput “Harapan 500 Tahun Kembalinya Sunda Kelapa” sebagai Internasional Heritage Port

Detik Menjemput “Harapan 500 Tahun Kembalinya Sunda Kelapa” sebagai Internasional Heritage Port

foto dok : persiapan Seminar Internasional PINISI NUSANTARA 2025

 

Jakarta, 11 April 2025, TKBM News – Memasuki usia 500 tahun sejak peristiwa penting penaklukan Sunda Kelapa pada 22 Juni 1527, pelabuhan tertua di Jakarta ini bersiap menjalani transformasi besar: menjadi Internasional Heritage Port — pelabuhan warisan dunia yang memadukan nilai sejarah, budaya bahari, dan standar pelayanan pelabuhan internasional.

Sebagai bagian dari rangkaian persiapan menuju setengah milenium usia Sunda Kelapa, sejumlah tokoh, komunitas pelayaran rakyat, dan pemerhati sejarah maritim tengah mendorong revitalisasi total kawasan. Salah satunya adalah Subhan Hadil, Dewan Pembina pendirian Musium Pinisi Nusantara – Gallery and Education Heritage.

Sunda Kelapa adalah titik awal sejarah Jakarta dan saksi perlawanan Nusantara terhadap penjajahan. Kini, ia harus ditata ulang sebagai pusat interaksi budaya, edukasi maritim, sekaligus pelabuhan berkelas internasional yang mencerminkan semangat baru bangsa bahari,” ujar Subhan Hadil.

Dari Jejak Sejarah ke Lompatan Peradaban

Sunda Kelapa telah menjadi magnet sejarah sejak masa Kerajaan Sunda Pajajaran, hingga akhirnya ditaklukkan oleh Fatahillah atas mandat dari Kesultanan Demak dan Raden Fatah pada 1527. Perlawanan juga dilakukan oleh Pati Unus, pelaut pemberani dari Jepara, dan Ratu Kalinyamat, tokoh perempuan tangguh yang membela kedaulatan laut Nusantara.

Kebangkitan Sunda Kelapa bukan hanya soal nostalgia. Ini tentang bagaimana kita menjawab sejarah dengan membangun masa depan — pelabuhan ini harus menjadi wajah maritim Indonesia di mata dunia,” tambah Subhan yang juga selaku Badan Pengawas Pusat Koperasi Pelayaran Rakyat (PUSKOPELRA).   .

Penataan Kawasan dan Peningkatan Fasilitas Internasional

Subhan juga menegaskan bahwa untuk menjadikan Sunda Kelapa sebagai Internasional Heritage Port, diperlukan peningkatan fasilitas dan infrastruktur pelabuhan. Penataan kawasan harus menyentuh dua dimensi sekaligus: warisan sejarah dan modernisasi pelabuhan.

Kita perlu fasilitas berskala internasional — dermaga modern, sistem logistik pelabuhan yang efisien, pelayanan pelayaran rakyat yang profesional, serta integrasi kawasan wisata sejarah. Sunda Kelapa harus menjadi pelabuhan yang hidup, bukan hanya dikenang,” tegasnya.

Hal ini mencakup:

  • Revitalisasi dermaga kayu dan pelestarian kapal tradisional pinisi.
  • Pembangunan musium Pinisi Nusantara, interaktif dan galeri edukasi pelayaran rakyat.
  • Perluasan ruang publik dan koridor budaya pesisir.
  • Digitalisasi layanan pelabuhan dan peningkatan standar keselamatan laut.
  • Integrasi dengan transportasi kota dan wisata bahari Jakarta Utara.
Baca Juga  KAPAL BOROBUDUR DIBUAT DI BIRA SULAWESI

Dengan penataan tersebut, Sunda Kelapa diharapkan menjadi simpul pelayaran rakyat modern dan destinasi wisata sejarah unggulan yang mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif dan budaya bahari.

Museum Pinisi Nusantara : Warisan Hidup Maritim Indonesia

Musium yang sedang dirancang oleh  Subhan Hadil bersama tim Pinisi Nusantara ini akan menjadi ruang edukasi tentang kapal pinisi, teknologi pelayaran tradisional, peran perempuan pelaut, hingga sejarah perdagangan rempah Nusantara. Musium ini tak hanya menjadi etalase artefak, tapi pusat pembelajaran dan dialog lintas generasi.

Menurut data, hingga 2023 terdapat lebih dari 3.200 kapal pelayaran rakyat aktif, yang sebagian besar masih bersandar di pelabuhan tradisional seperti Sunda Kelapa. Ini menjadi bukti bahwa modernisasi tanpa menghapus jejak sejarah adalah keniscayaan.

Kita ingin Sunda Kelapa menjadi pelabuhan tempat budaya bertemu, ekonomi tumbuh, dan identitas bangsa diteguhkan. Mari kita jaga, rawat, dan bangkitkan semangat kebaharian dari tempat ini,” pungkas Subhan Hadil.

500 tahun Sunda Kelapa bukan sekadar peringatan historis. Ia adalah momentum untuk menegaskan kembali posisi Indonesia sebagai kekuatan maritim dunia. Dimulai dari Sunda Kelapa, kebangkitan Nusantara tak lagi sebatas wacana, tetapi langkah nyata menjemput harapan masa depan — sebagai bangsa pelaut, pedagang, penjaga laut, dan pewaris samudra.