Kinerja Kementerian Koperasi Era Prabowo-Gibran : “Prestasi dalam Penguatan Koperasi dan Penyatuan DEKOPIN

Kinerja Kementerian Koperasi Era Prabowo-Gibran : “Prestasi dalam Penguatan Koperasi dan Penyatuan DEKOPIN”

 

Foto dok : Dewan Pengawas PUSKOPELRA dan Ketua Badan Penggerak Ekonomi Imdonesia

 

Jakarta, 23 Januari 2025, TKBM News – Kinerja Kementerian Koperasi dan UKM di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menuai apresiasi luas, terutama dari kalangan pelaku koperasi. Salah satu pencapaian besar yang menjadi sorotan adalah peningkatan alokasi anggaran untuk pemberdayaan dan penguatan koperasi, penghapusan utang UMKM dan koperasi, serta penyatuan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) menjadi satu entitas utuh setelah bertahun-tahun mengalami perpecahan.

Subhan Hadil, Dewan Pengawas Pusat Koperasi Pelayaran Rakyat (PUSKOPELRA) yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Penggerak Ekonomi Indonesia (BPEIN), mengapresiasi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat sektor koperasi.

“Peningkatan alokasi anggaran untuk pemberdayaan koperasi merupakan langkah nyata pemerintah dalam mendorong kemandirian ekonomi rakyat. Tidak hanya itu, kebijakan penghapusan utang bagi koperasi dan UMKM yang terdampak pandemi menjadi solusi yang sangat membantu pelaku usaha kecil untuk bangkit,” ujar Subhan.

Pencapaian monumental lainnya adalah keberhasilan pemerintah dalam menyatukan kembali Dekopin yang selama ini terpecah akibat konflik internal. Pada akhir 2024, Dekopin resmi kembali menjadi satu wadah bersama, yang kini lebih solid dan fokus dalam memperjuangkan kepentingan koperasi di Indonesia. “Penyatuan Dekopin adalah tonggak sejarah baru bagi gerakan koperasi nasional. Ini membuktikan bahwa pemerintah serius dalam memperkuat koperasi sebagai soko guru perekonomian,” tambah Subhan.

Kebijakan dan program yang dicanangkan Kementerian Koperasi seperti digitalisasi koperasi, peningkatan akses pembiayaan melalui LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir), dan penyediaan ekosistem usaha yang lebih inklusif, dinilai mampu mendorong koperasi untuk lebih berdaya saing di era modern.

Dengan langkah-langkah progresif ini, sektor koperasi diharapkan semakin kuat sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia. “Kinerja pemerintah era Prabowo-Gibran telah menunjukkan bahwa koperasi bukan sekadar instrumen ekonomi, tetapi juga jalan menuju kemandirian dan kesejahteraan rakyat,” tutup Subhan.

Baca Juga  Aliansi Nasional Buruh Pelabuhan Indonesia Akan Temui Presiden Terkait Pelatihan dan Upah 2025

 

 

 

Posting Terkait

Jangan Lewatkan