Gerakan Nasional Peningkatan Skill Buruh Pelabuhan Indonesia Targetkan Sertifikasi 40 Ribu TKBM pada 2025

Gerakan Nasional Peningkatan Skill Buruh Pelabuhan Indonesia Targetkan Sertifikasi 40 Ribu TKBM pada 2025

dok foto : Subhan Hadil Saat Sambutan Pembukaan Pelatihan Basic K3 TKBM Seluruh Indonesia Tahap awal 28 November 2024

 

Jakarta, 5 Desember 2024, TKBM News – Dalam upaya meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan buruh pelabuhan di seluruh Indonesia, Gerakan Nasional Peningkatan Skill Buruh Pelabuhan Indonesia bersama Badan Diklat TKBM Indonesia telah menetapkan target dan timeline : sebanyak 40 ribu lebih Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) akan tersertifikasi minimal Basic K3 TKBM pada tahun 2025.

Hal ini disampaikan oleh Subhan Hadil, Koordinator Gerakan Nasional Peningkatan Skill Buruh Pelabuhan Indonesia, dalam wawancara dengan media hari ini. “Program ini sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto dan Kabinet Merah Putih yang berkomitmen meningkatkan kesejahteraan buruh, terutama di sektor strategis seperti pelabuhan,” ujar Subhan.

Menurut Subhan, pelabuhan adalah urat nadi perekonomian nasional, dan buruh pelabuhan memegang peranan vital dalam rantai logistik. “Sertifikasi Basic K3 TKBM menjadi langkah awal untuk memastikan keselamatan kerja serta meningkatkan produktivitas buruh pelabuhan,” tambahnya.

Program Nasional dengan Dukungan Penuh Pemerintah

Gerakan ini merupakan bagian dari kebijakan strategis pemerintah untuk menghadapi tantangan global, meningkatkan daya saing SDM, dan mendukung tercapainya Indonesia Emas 2045. Presiden Prabowo Subianto  memberikan arahan agar program peningkatan skill ini dijalankan secara masif dan terstruktur.

Badan Diklat TKBM Indonesia, yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi, telah menyusun kurikulum yang sesuai dengan standar nasional dan internasional. Pelatihan akan dilakukan secara bertahap di berbagai pelabuhan di Indonesia, melibatkan instruktur bersertifikasi serta dukungan dari kementerian terkait dan perusahaan pelabuhan.

Dampak Positif bagi Buruh dan Ekonomi Nasional

Dengan sertifikasi ini, buruh pelabuhan diharapkan tidak hanya lebih kompeten dalam menjalankan tugasnya tetapi juga memiliki jaminan keamanan kerja yang lebih baik. Selain itu, program ini diyakini mampu meningkatkan daya tawar mereka dalam industri tenaga kerja, memperbaiki kesejahteraan keluarga, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional.

Baca Juga  "Pelabuhan Berhenti karena TKBM Tidak Tersertifikasi, Aliansi Buruh Pelabuhan Indonesia Desak Perubahan"

Badan Diklat TKBM Indonesia optimistis target ini dapat tercapai dengan sinergi kuat antara pemerintah, Pelindo asosiasi bongkar muat, Koperasi TKBM, Asosiasi maupun Serikat2 Pekerja dan sektor swasta. “Kami mengundang semua pihak untuk turut serta mendukung program ini demi masa depan buruh pelabuhan yang lebih sejahtera dan profesional,” tutup Subhan.

Tentang Badan Diklat TKBM Indonesia

Badan Diklat TKBM Indonesia adalah lembaga pelatihan dan sertifikasi yang berfokus pada peningkatan kompetensi pekerja di sektor Logistik, Pelabuhan, Bandara dan Industri terkait lainnya.

Dengan pengalaman tim dan jaringan yang luas, lembaga ini segera mencetak ribuan tenaga kerja profesional yang bersertifikasi di berbagai bidang.

Melalui gerakan ini, diharapkan Indonesia dapat memiliki sumber daya manusia pelabuhan yang lebih unggul, menjadikan pelabuhan nasional semakin kompetitif di tingkat global.

 

Posting Terkait

Jangan Lewatkan