Program Buruh Sekolah & Buruh Sarjana Gandeng SATSENA INDONESIA Bangun Karakter dan Jiwa Sosial Buruh Pelabuhan

Berita, Beranda, Nasional1556 Dilihat

Program Buruh Sekolah & Buruh Sarjana Gandeng SATSENA INDONESIA Bangun Karakter dan Jiwa Sosial Buruh Pelabuhan

 

Tg Priok, 25 Mei 2025, TKBM News – Dalam langkah besar membangun kualitas SDM buruh pelabuhan, Program Buruh Sekolah dan Buruh Sarjana kini tak hanya fokus pada peningkatan akademik dan kompetensi teknis. Mulai tahun ini, program tersebut akan dibarengi dengan Pendidikan Mental dan Spiritual, yang akan dibina langsung oleh SATSENA INDONESIA—lembaga pengembangan karakter dan spiritualitas pekerja.

Tujuan utama dari integrasi ini adalah agar para buruh tetap rendah hati dalam pencapaian, memiliki empati yang kuat terhadap sesama pekerja, serta mampu menjadi contoh solidaritas di tengah dinamika kerasnya lingkungan pelabuhan.

“Kami ingin buruh tidak hanya pintar secara akademik, tapi juga kuat secara batin dan sosial. Jiwa kepemimpinan, kesetiakawanan, kejujuran, dan tanggung jawab harus ditanamkan,” ujar Muslim Surya Panglima Komandan SATSENA INDONESIA.

Membangun Buruh yang Siap Menjadi Panutan

Pendidikan mental-spiritual ini akan diberikan secara berkala melalui:

  • Kelas pembinaan karakter & motivasi hidup
  • Pelatihan spiritual leadership & etos kerja luhur
  • Forum keakraban dan solidaritas antar buruh lintas daerah
  • Pendampingan psikososial bagi buruh yang mengalami tekanan hidup berat

Melalui kolaborasi ini, diharapkan para buruh pelabuhan yang mengikuti program tidak hanya mengalami peningkatan kualitas hidup secara ekonomi dan karier, tetapi juga menjadi pribadi yang lebih peduli, bijak, dan tanggap terhadap kebutuhan orang lain di sekitarnya.

Empati & Solidaritas, Kunci Kekuatan Kolektif

Dalam dunia kerja keras seperti pelabuhan, rasa solidaritas dan tanggung jawab sosial sering kali menjadi kekuatan utama. Pendidikan spiritual dari SATSENA INDONESIA akan memperkuat semangat gotong royong, rasa hormat antarsesama, serta membangun budaya saling jaga, bukan saling sikut.

“Ketika buruh saling peduli, bukan hanya mereka yang kuat. Tapi juga seluruh industri logistik nasional,” tegas Subhan Hadil Ketua Umum Pimpinan Pusat SP TKBM Indonesia.

Inisiatif ini menjadi bukti bahwa peningkatan kualitas buruh bukan hanya soal kecerdasan dan keahlian, tapi juga soal hati dan jiwa.

Baca Juga  Gerakan Peradaban 'Buruh Sekolah & Buruh Sarjana", Menghapus Warisan Kemiskinan