Ketua Cabang SP TKBM Indonesia Pelabuhan Tanjung Priok Dorong Percepatan Pelatihan Sertifikasi Basic K3 untuk 3.000 lebih TKBM

Ketua Cabang SP TKBM Indonesia Pelabuhan Tanjung Priok Dorong Percepatan Pelatihan Sertifikasi Basic K3 untuk 3.000 lebih TKBM

Dok Foto : Ketua Cabang SP TKBM Indonesia Pelabuhan Tg Priok Nurhani bersama Wamenaker saat Pembukaan Pelatihan Sertifikasi Basic K3 TKBM seluruh Indonesia

 

Tanjung Priok, Jakarta, TKBM News – Ketua Cabang Serikat Pekerja Tenaga Kerja Bongkar Muat Indonesia (SP TKBM Indonesia) Pelabuhan Tanjung Priok, Nurhani, menyatakan komitmennya dalam mendorong percepatan pelaksanaan pelatihan sertifikasi Basic K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) bagi 3.000 lebih tenaga kerja bongkar muat di wilayah Tanjung Priok. Program ini direncanakan berlangsung selama lima bulan di tahun 2025 sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi dan keselamatan kerja para pekerja di pelabuhan tersibuk di Indonesia tersebut.

Menurut Nurhani, percepatan pelatihan ini sejalan dengan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan standar keselamatan kerja di sektor bongkar muat, yang kerap menghadapi risiko tinggi kecelakaan. “Kami berkomitmen untuk mendukung program Indonesia Emas 2045 dengan meningkatkan kualitas tenaga kerja di sektor pelabuhan. Pelatihan Basic K3 menjadi langkah awal penting dalam mewujudkan lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif,” ungkapnya.

Pelatihan ini akan diselenggarakan melalui kerja sama antara BADIKLAT TKBM Indonesia dengan berbagai pihak. Materi pelatihan akan mencakup pengetahuan dasar keselamatan kerja, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta mitigasi risiko di lingkungan pelabuhan.

Selain itu, program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada peningkatan produktivitas pekerja. “Dengan adanya sertifikasi Basic K3, pekerja tidak hanya lebih aman dalam bekerja, tetapi juga memiliki nilai tambah dalam daya saing di sektor tenaga kerja pelabuhan,” tambah Nurhani.

Program ini juga mendapatkan dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Pelabuhan Tanjung Priok. Mereka melihat pelatihan ini sebagai investasi penting untuk menciptakan ekosistem kerja yang lebih profesional dan aman.

Baca Juga  Bumiputera Nusantara Serukan Konsolidasi Nasional untuk Nasionalisasi Pelabuhan di Indonesia  dari Kekuasaan Asing

Target dan Jadwal Pelaksanaan
Nurhani menjelaskan bahwa pelatihan akan dilakukan secara bertahap mulai Januari hingga Mei 2025, dengan target penyelesaian hingga 3.000 tenaga kerja. Pelatihan akan dilaksanakan baik secara teori di ruang kelas maupun  langsung di lapangan.

SP TKBM Indonesia berharap program ini dapat menjadi percontohan bagi pelabuhan lain di Indonesia untuk mengadopsi pelatihan serupa. “Kami optimis target ini akan tercapai dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah, perusahaan, dan serikat pekerja,” pungkas Nurhani.

Dengan pelatihan sertifikasi Basic K3 ini, diharapkan keselamatan kerja di Pelabuhan Tanjung Priok dapat meningkat secara signifikan, mendukung kelancaran operasi pelabuhan yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.