DUKUNG PROGRAM PRESIDEN UNTUK KESEJAHTERAAN BURUH, BADAN DIKLAT TKBM INDONESIA  SUSUN JADWAL PELATIHAN 40 RIBU TKBM

DUKUNG PROGRAM PRESIDEN UNTUK KESEJAHTERAAN BURUH, BADAN DIKLAT TKBM INDONESIA  SUSUN JADWAL PELATIHAN 40 RIBU TKBM

foto dok : Gesty Probowati Divisi Pelatihan dan Sertifikasi Badan Diklat TKBM Indoneisa bersama Wamenaker saat pembukaan Pelatihan Basic K3 TKBM seluruh Indonesia 28 NOV 2024

 

 

Jakarta, 6 Desember 2024, TKBM News – Badan Diklat TKBM Indonesia menargetkan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk 40 ribu Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di seluruh Indonesia selesai pada akhir tahun 2025. Hal ini disampaikan oleh Gesty Probowati, Kepala Divisi Sertifikasi Badan Diklat TKBM Indonesia, dalam pernyataannya hari ini.

Menurut Gesty, penyusunan materi pelatihan telah dilakukan secara menyeluruh, mencakup standar nasional dan internasional dalam bidang keselamatan kerja. Jadwal pelatihan disusun secara bertahap agar dapat menjangkau seluruh pelabuhan di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.

“Badan Diklat TKBM Indonesia telah siap dengan instruktur-instruktur berpengalaman yang akan memastikan kualitas pelatihan sertifikasi K3 bagi TKBM.  Kami juga telah mempersiapkan pelaksanaan pelatihan yang fleksibel, baik secara offline di lokasi pelabuhan maupun online untuk mendukung kebutuhan pelabuhan-pelabuhan terpencil,” ujar Gesty.

Pelatihan ini akan dilakukan secara bertahap, dengan jadwal rotasi setiap bulan di berbagai wilayah. Targetnya, 10.000 TKBM tersertifikasi setiap kuartal, sehingga pada akhir 2025, seluruh 40.000 TKBM di Indonesia telah mendapatkan sertifikasi K3.

Gesty juga menambahkan bahwa program ini merupakan wujud komitmen Badan Diklat TKBM Indonesia untuk mendukung keselamatan dan kesejahteraan pekerja pelabuhan sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja di sektor pelabuhan.

“Dengan tersertifikasinya 40 ribu TKBM, kami berharap dapat meningkatkan efisiensi dan keselamatan kerja di pelabuhan-pelabuhan Indonesia, sekaligus mendukung program Indonesia Emas 2045,” tutup Gesty.

Program ini akan melibatkan kerja sama dengan Kementerian Tenaga Kerja, Kementrian Perhubungan, Pelindo, Koperasi TKBM, APBMI dan berbagai pihak maupun instansi terkait lainnya, serta didukung oleh berbagai perusahaan pelabuhan dan mitra industri.

Baca Juga  Menjelang Hari Kebangkitan Nasional, SP TKBM Indonesia Desak Presiden Prabowo Percepat Nasionalisasi Pelabuhan

Badan Diklat TKBM Indonesia mengundang seluruh pemangku kepentingan untuk berpartisipasi dan mendukung kesuksesan program ini.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan