Kendala Bongkar Muat Ekspor-Impor di Pelabuhan : Tidak Adanya Pelatihan dan Sertifikasi K3 TKBM Mengancam Nyawa Buruh

Kendala Bongkar Muat Ekspor-Impor di Pelabuhan : Tidak Adanya Pelatihan dan Sertifikasi K3 TKBM Mengancam Nyawa Buruh

dok TKBM News : Nurhani – Ketua Cabang SP TKBM Indonesia Pelabuhan Tg.Priok

 

Jakarta, 18 November 2024, TKBM News – Proses bongkar muat ekspor-impor di Pelabuhan Tanjung Priok sering mengalami kendala yang signifikan akibat Tidak adanya pendidikan dan pelatihan terkait sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja bagi para buruh pelabuhan (K3 TKBM). Nurhani, Ketua Cabang Serikat Pekerja TKBM Indonesia  (SP TKBM Indonesia) Pelabuhan Tanjung Priok, menegaskan bahwa tanpa pengetahuan dan sertifikasi yang memadai, risiko kecelakaan kerja di pelabuhan semakin tinggi.

“Nyawa Lebih Utama”
Dalam pernyataannya, Nurhani mengungkapkan bahwa buruh pelabuhan sering menghadapi situasi berbahaya saat bekerja, terutama di dalam palka kapal, di atas dek, atau bahkan di atas kontainer yang menggantung di udara. “Kami seringkali harus melompat, bahkan seperti terbang di atas kontainer yang diangkat alat berat, sementara di bawah kami, trailer berseliweran tanpa henti. Ini seperti mempertaruhkan nyawa setiap hari,” ujarnya.

Nurhani juga menyoroti ketimpangan antara pendapatan buruh pelabuhan dan risiko yang mereka hadapi. “Pendapatan kami tidak setara dengan nyawa yang kami pertaruhkan di lapangan. Tidak ada yang bisa mengganti kehilangan nyawa akibat kecelakaan kerja. Sertifikasi K3 TKBM harus menjadi prioritas untuk menjamin keselamatan kami,” tegasnya.

Tantangan dalam Proses Bongkar Muat
Ketiadaan pelatihan dan sertifikasi K3 TKBM tidak hanya berdampak pada keselamatan buruh, tetapi juga pada kelancaran proses bongkar muat. Tanpa pengetahuan yang memadai tentang prosedur keselamatan, efisiensi kerja sering terganggu, yang pada akhirnya dapat memengaruhi waktu dan biaya operasional.

“Tidak adanya pelatihan membuat banyak dari kami tidak tahu cara menangani situasi darurat. Hal ini bukan hanya memperlambat pekerjaan, tetapi juga membahayakan keselamatan semua orang di area pelabuhan,”* kata salah satu buruh pelabuhan.

Baca Juga  SP TKBM INDONESIA HADIRI 12 th JURK "Jakarta Utara  Kota Global" 

Seruan untuk Perubahan

Nurhani akan melakukan konsolidasi dengan seluruh buruh pelabuhan untuk mendesak pemerintah, pengelola pelabuhan, dan pihak terkait untuk segera membantu proses pelatihan dan sertifikasi K3 TKBM bagi buruh pelabuhan “Kami tidak ingin kehilangan rekan kerja lagi karena kecelakaan yang seharusnya bisa dicegah dengan pendidikan dan sertifikasi K3 TKBM. Nyawa buruh adalah prioritas utama,” tambahnya.

Dengan tekanan kerja yang semakin tinggi dan lingkungan kerja yang penuh risiko, pelatihan dan sertifikasi K3 menjadi kebutuhan mendesak. Langkah ini tidak hanya akan meningkatkan keselamatan kerja, tetapi juga mempercepat kelancaran proses bongkar muat dan mendukung kemajuan industri logistik di Indonesia.