PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk dan Badan Diklat TKBM Indonesia Gelar Pelatihan K3 TKBM, Didorong Semakin Kompeten dan Profesional

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk dan Badan Diklat TKBM Indonesia Gelar Pelatihan K3 TKBM, Didorong Semakin Kompeten dan Profesional

 

 

Jakarta Utara, 14 Agustus 2026, TKBM News  — Komitmen meningkatkan kompetensi dan keselamatan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) terus diperkuat. PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (PT IKT Tbk) bersama Badan Diklat TKBM Indonesia menyelenggarakan Pelatihan Basic Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) TKBM selama dua hari, 12–13 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pelatihan Dojo Gedung Merah Putih PT Indineaia Kendaraan Terminal Tbk tersebut diikuti oleh 36 TKBM.

Pembukaan pelatihan dihadiri Direktur SDM dan Keuangan PT IKT Tbk, Wing Megantoro, S.E., M.M., beserta jajaran, perwakilan Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Kota Administrasi Jakarta Utara, Direktur dan Manajemen Badan Diklat TKBM Indonesia, serta Ketua Umum Pimpinan Pusat SP TKBM Indonesia sekaligus Presidium Nasional Dewan Buruh Pelabuhan Indonesia, Subhan Hadil.

K3 Penting dan Wajib bagi Seluruh Pekerja

Dalam sambutannya, Bapak Wing Megantoro, S.E., M.M., menegaskan bahwa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan hal yang sangat penting dan wajib diterapkan oleh seluruh pekerja di lingkungan PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk.

Menurutnya, penerapan K3 tidak boleh hanya menjadi tanggung jawab bagian atau petugas tertentu, tetapi harus menjadi kesadaran dan tanggung jawab bersama seluruh insan yang bekerja di lingkungan PT IKT Tbk, termasuk pekerja bongkar muat dan pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan operasional.

Ia menekankan bahwa setiap aktivitas pekerjaan harus dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan. Pekerja harus memahami potensi bahaya, mengikuti prosedur kerja yang berlaku, menggunakan alat pelindung diri sesuai ketentuan, serta tidak mengabaikan aspek keselamatan dalam kondisi apa pun.

“K3 itu penting dan wajib bagi semua pekerja yang berada dan bekerja di lingkungan PT IKT Tbk. Keselamatan harus menjadi budaya kerja dan menjadi bagian dari setiap aktivitas kita,” demikian pesan utama Direktur SDM dan Keuangan PT IKT Tbk dalam pembukaan pelatihan.

Wing Megantoro juga menyampaikan bahwa pelatihan Basic K3 memiliki peran penting untuk membangun pemahaman dasar para pekerja terhadap keselamatan kerja. Dengan pemahaman yang baik, pekerja diharapkan mampu mengenali risiko dan melakukan tindakan pencegahan sebelum terjadi kecelakaan.

Baca Juga  PENYERAGAMAN LOGO KOPERASI DESA/KELURAHAN MERAH PUTIH DAN PEMBENTUKAN KOPERASI SEKUNDER SEBAGAI LANGKAH STRATEGIS

Menurutnya, perusahaan akan terus mendorong peningkatan kesadaran K3 karena keselamatan pekerja merupakan bagian penting dari keberlangsungan operasional perusahaan.

Jangan Menunggu Kecelakaan untuk Bergerak

Sementara itu, Subhan Hadil, Ketua Umum Pimpinan Pusat SP TKBM Indonesia sekaligus Presidium Nasional Dewan Buruh Pelabuhan Indonesia, menyambut positif pelaksanaan Pelatihan Basic K3 tersebut.

Menurut Subhan, pendidikan, pelatihan dan sertifikasi merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas dan profesionalisme buruh pelabuhan.

Ia menegaskan bahwa pekerja pelabuhan harus terus meningkatkan kompetensi dan tidak hanya mengandalkan pengalaman kerja.

“Buruh pelabuhan harus naik kelas. Naik kelas kompetensinya, naik kelas profesionalismenya, dan naik kelas kesejahteraannya,” tegas Subhan.

Subhan juga menekankan bahwa Basic K3 harus menjadi salah satu pelatihan fundamental bagi pekerja pelabuhan, karena merupakan langkah preventif untuk mencegah kecelakaan kerja.

PBM dan Operator Pelabuhan Diharapkan Segera Bersinergi

Subhan berharap komitmen terhadap K3 yang ditunjukkan PT Indonesia Kendaraan Terminal. Tbk dapat menjadi contoh dan diperluas kepada Perusahaan Bongkar Muat (PBM) yang berlokasi kerja di PT Indonesia Kendaraan Terminal. Tbk  maupun operator pelabuhan lainnya.

Menurutnya, PBM dan operator pelabuhan perlu membangun sinergi yang lebih kuat dalam memberikan pendidikan dan pelatihan K3 kepada pekerja

“Jangan menunggu kecelakaan baru kita bicara K3. Pelatihan Basic K3 harus menjadi langkah preventif utama. PBM dan operator pelabuhan harus segera bersinergi dan memastikan seluruh pekerjanya mendapatkan pemahaman dasar K3,” tegas Subhan.

Ia menilai semakin cepat pekerja mendapatkan pembekalan K3, semakin besar peluang untuk mencegah kecelakaan dan menciptakan lingkungan kerja yang aman.

36 TKBM Ikuti Pelatihan Selama Dua Hari

Sebanyak 36 TKBM PT IKT Tbk mengikuti pelatihan yang berlangsung selama dua hari, 12–13 Agustus 2026.

Baca Juga  Putera Bumiputera Nusantara: Menapak Jejak Leluhur untuk Kebangkitan Peradaban Nusantara

Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai dasar-dasar K3, identifikasi potensi bahaya, pencegahan kecelakaan kerja, penggunaan alat pelindung diri, prosedur kerja aman, serta tindakan yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat dan ketika terjadi insiden.

Pelatihan juga diarahkan untuk membangun kesadaran bahwa penerapan K3 bukan sekadar memenuhi prosedur, melainkan merupakan kebutuhan mendasar dalam menjalankan pekerjaan.

Sinergi Menuju Pelabuhan yang Lebih Aman

Kegiatan yang melibatkan perusahaan, pemerintah, lembaga pelatihan dan organisasi pekerja tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang aman dan profesional.

Badan Diklat TKBM Indonesia menempatkan pendidikan dan pelatihan K3 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi pekerja pelabuhan.

Sementara SP TKBM Indonesia bersama Dewan Buruh Pelabuhan Indonesia  terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan, sertifikasi dan penguatan perlindungan K3.

Pelatihan Basic K3 di PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk diharapkan tidak berhenti pada 36 peserta, tetapi dapat menjadi momentum untuk memperluas gerakan pelatihan K3 kepada pekerja di berbagai lingkungan pelabuhan.

K3 WAJIB — K3 HARUS MENJADI BUDAYA

Pesan dari pelatihan ini sangat jelas :

K3 bukan sekadar aturan. K3 adalah kewajiban. K3 adalah budaya. K3 adalah bentuk perlindungan terhadap pekerja.

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk menunjukkan komitmen bahwa seluruh pekerja di lingkungan perusahaan harus memiliki kesadaran dan pemahaman K3.

Di sisi lain, PBM dan operator pelabuhan lainnya diharapkan segera memperkuat sinergi dan memberikan pelatihan Basic K3 sebagai langkah preventif utama.

Jangan menunggu kecelakaan untuk belajar keselamatan.

Bangun kesadaran sebelum risiko menjadi bencana.

Badan Diklat TKBM Indonesia

Membangun Kompetensi — Menguatkan K3 — Menaikkan Kelas Buruh Pelabuhan.

 

Posting Terkait

Jangan Lewatkan