Membangun Keadilan Sosial Melalui Transformasi Pendidikan Tantangan Gerakan Peradaban Buruh Sekolah & Buruh Sarjana Dari Tiga Golongan dalam Menuju Sābiq bil Khairāt

Membangun Keadilan Sosial Melalui Transformasi Pendidikan

Tantangan Gerakan Peradaban Buruh Sekolah & Buruh Sarjana

Dari Tiga Golongan dalam Al-Qur’an (Al-Mu’minun, Al-Munafiqun, Al-Kafirun) Menuju Sābiq bil Khairāt

I. Pendidikan –  Fondasi Peradaban dan Keadilan Sosial

Pendidikan adalah jantung peradaban. Bangsa yang maju bukan sekadar ditopang infrastruktur fisik, tetapi oleh kualitas manusianya. Tanpa akses pendidikan yang merata, mobilitas sosial terhambat, ketimpangan tumbuh, dan potensi besar bangsa terbuang.

Di Indonesia, buruh pelabuhan menjadi salah satu tulang punggung ekonomi nasional. Mereka bekerja keras, namun seringkali menghadapi keterbatasan akses pendidikan dan pengembangan kapasitas. Inilah yang menjadi titik lahirnya Gerakan Peradaban – Buruh Sekolah & Buruh Sarjana.

Gerakan ini bukan hanya program pendidikan, tetapi upaya sistematis untuk mengangkat kelas pekerja melalui ilmu, kompetensi, dan kepemimpinan.Pendidikan adalah jantung peradaban. Bangsa yang maju tidak hanya ditopang infrastruktur fisik, tetapi oleh kualitas manusianya. Ketika pendidikan menjadi hak yang merata, maka mobilitas sosial terbuka; ketika pendidikan menjadi eksklusif, ketimpangan tumbuh, dan potensi besar bangsa terbuang.
Di Indonesia, buruh pelabuhan adalah tulang punggung ekonomi nasional. Mereka bekerja keras, namun sering menghadapi keterbatasan akses pendidikan dan pengembangan kapasitas. SP TKBM Indonesia (Serikat Pekerja Tenaga Kerja Bongkar Muat Indonesia) hadir untuk menjadi agen perubahan, membidani lahirnya Gerakan Peradaban Buruh Sekolah & Buruh Sarjana, yang tidak hanya mengedepankan pendidikan, tetapi juga pelatihan, sertifikasi, dan peningkatan kapasitas profesional.

II. Tiga Golongan dalam Al-Qur’an –  Peta Sosial

Al-Qur’an memberikan peta sosial manusia melalui tiga golongan, yang relevan bagi dinamika pekerja :

  1. Al-Mu’minun (Orang Beriman)
    Mereka yang konsisten, bertanggung jawab, dan berupaya memperbaiki diri. Dalam konteks pekerja pelabuhan, ini adalah anggota SP TKBM Indonesia yang aktif menempuh pendidikan, mengikuti pelatihan dan sertifikasi, serta menjadi teladan di tempat kerja.
  2. Al-Munafiqun (Orang Munafik)
    Mereka yang berpura-pura taat tetapi hatinya tidak sejalan dengan kebaikan. Dalam lingkungan sosial buruh, ini bisa tercermin pada pihak yang tampak mendukung pendidikan, tetapi tidak konsisten berbagi ilmu atau menghambat program peningkatan kapasitas.
  3. Al-Kafirun (Orang Kafir/Tidak Peduli)
    Mereka yang menolak nilai dan perubahan yang membawa kebaikan. Dalam konteks sosial, ini bisa berupa individu atau institusi yang menolak kolaborasi atau investasi dalam pendidikan dan kompetensi buruh.
Baca Juga  Serikat Pekerja TKBM Indonesia akan Tingkatkan Skill Buruh Pelabuhan dimulai dengan Kompetensi Basic K3 TKBM

Melalui refleksi ini, Gerakan Peradaban – Buruh Sekolah & Buruh Sarjana bertujuan mendorong buruh dari posisi “terjebak” atau pasif menuju Al-Mu’minun — mereka yang aktif berbuat baik, belajar, dan memimpin perubahan.

III. SP TKBM Indonesia melalui Badan Diklat TKBM Indonesia  (Badiklat Pekerja Indonesia) – Motor Gerakan

Badan Diklat TKBM Indonesia – (Badiklat Pekerja Indonesia) berperan strategis sebagai motor gerakan ini. Mereka membidani lahirnya :

  • Program Buruh Sekolah – memastikan buruh pelabuhan,  anak buruh dan keluarga memiliki akses pendidikan berkualitas.
  • Program Buruh Sarjana – mengembangkan kapasitas buruh pelabuhan menjadi sarjana, pemimpin, dan inovator.
  • Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi – meningkatkan keterampilan praktis dan profesional di bidang logistik, maritim, dan keselamatan kerja.

Dengan koordinasi ini, pendidikan tidak hanya menjadi akses, tetapi menjadi transformasi nyata bagi individu dan keluarga buruh pelabuhan.

IV. Program Buruh Sekolah – Membuka Pintu Masa Depan

Program ini dirancang untuk memutus siklus ketimpangan :

  • Beasiswa dan jalur pendidikan fleksibel bagi buruh pelabuhan  aktif dan anak buruh.
  • Pendidikan vokasi berbasis kebutuhan industri pelabuhan.
  • Literasi digital, kewirausahaan, dan kompetensi tambahan.
  • Pendampingan akademik dan motivasional.

Tujuannya memutus siklus ketimpangan, membuka akses, meningkatkan martabat, dan menyiapkan generasi pekerja yang kompeten dan bermartabat.

V. Program Buruh Sarjana  – Mencetak Pemimpin 

Buruh Sarjana adalah fase pengembangan lanjutan :

  • Studi ekonomi, hukum, manajemen pelabuhan dan logistik
  • Administrasi bisnis dan kepemimpinan
  • Hukum ketenagakerjaan dan keselamatan kerja
  • Pengembangan keterampilan wirausaha dan inovasi

Dengan jalur ini, buruh pelabuhan tidak hanya memahami operasional, tetapi mampu menjadi pengambil keputusan, pelopor perubahan, dan perwakilan buruh pealbuhan yang berilmu.

VI. Pelatihan dan Sertifikasi –  Kompetensi Praktis untuk Masa Depan

Bersama Badan Diklat TKBM Indomesia (Badiklat Pekerja Indonesia), SP TKBM Indonesia menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi profesional berbasis :

  • Standar nasional dan internasional di bidang bongkar muat
  • Keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
  • Operasional alat dan teknologi pelabuhan
  • Manajemen risiko dan efisiensi logistik
Baca Juga  Janji Wakil Presiden Belum Terealisasi, Program Buruh Sarjana SP TKBM Indonesia Tertahan

Pelatihan ini menjadi jembatan antara teori pendidikan dan praktik kerja di lapangan, memastikan buruh pelabuhan siap menghadapi tantangan industri modern.

VII. Tantangan & Penghalang Gerakan

Gerakan ini menghadapi beberapa hambatan :

  1. Struktural – sistem pendidikan dan pelatihan belum sepenuhnya inklusif dan fleksibel bagi buruh pelabuhan/shift.
  2. Ekonomi – biaya pendidikan dan kebutuhan sehari-hari menjadi lebih prioritas.
  3. Kultural – mindset bahwa pendidikan tinggi bukan untuk kelas buruh pelabuhan.
  4. Kebijakan – kurangnya dukungan  pemerintah, industri, dan lembaga pendidikan.
  5. Perlawanan Tersembunyi – Dalam terminologi Al-Qur’an, ini bisa berupa “Al-Munafiqun” atau “Al-Kafirun” yang menghambat akses dan transformasi.

Tanpa strategi dan dukungan serta kebijakan yang jelas, program ini berisiko menjadi sporadis dan terbatas.

VIII. Strategi Menuju Sābiq bil Khairāt

Transformasi buruh pelabuhan menuju golongan sābiq bil khairāt membutuhkan :

  • Pendidikan fleksibel berbasis teknologi.
  • Kemitraan strategis antara kampus, industri, dan serikat.
  • Skema pembiayaan kolaboratif.
  • Pendampingan motivasional dan mentoring.
  • Konsistensi, keterbukaan informasi, dan berbagi pengetahuan.

Ilmu harus menjadi milik semua, bukan monopoli segelintir orang. Konsistensi dan keberanian berbagi informasi adalah kunci agar gerakan ini tumbuh dan berkembang.

IX. Dampak Jangka Panjang bagi Bangsa

Jika program ini dijalankan secara luas :

  • Produktivitas nasional meningkat.
  • Kesenjangan sosial menurun.
  • Kelas menengah produktif tumbuh.
  • Stabilitas sosial dan ekonomi diperkuat.
  • Generasi buruh pelabuhan menjadi agen perubahan dan inovasi.

Pelabuhan tidak hanya menjadi pusat logistik, tetapi pusat peradaban dan pendidikan.

X. Penutup – Dari Al-Mu’minun Menuju Sābiq bil Khairāt

Transformasi dari Al-Kafirun → Al-Munafiqun → Al-Mu’minun → Sābiq bil Khairāt adalah peta moral dan strategis gerakan :

  • Mengubah pasif menjadi aktif.
  • Mengubah pekerja menjadi pelopor.
  • Mengubah pendidikan menjadi jalan keadilan sosial.
Baca Juga  Urgensi Keberadaan TKBM Indonesia bagi Bea Cukai

SP TKBM Indonesia dan Badan Diklat TKBM Indonesia (Badiklat Pekerja Indonesia) membuktikan bahwa pendidikan dan pelatihan profesional dapat menjadi kekuatan transformasi, membangun martabat buruh, dan memperkuat peradaban bangsa.

Peradaban Dimulai dari Pendidikan

Transformasi dari Ẓālim li Nafsih → Muqtaṣid → Sābiq bil Khairāt bukan sekadar retorika.
Itulah esensi Gerakan Peradaban SP TKBM Indonesia melalui :

  • Buruh Sekolah
  • Buruh Sarjana
  • Pelatihan & Sertifikasi

Saat pendidikan menjadi hak, dan ilmu dibagikan tanpa takut, maka buruh bukan sekadar bekerja untuk hidup. Mereka bekerja untuk membangun peradaban.

Dengan konsistensi, keberanian berbagi pengetahuan, dan komitmen berkelanjutan, SP TKBM Indonesia bersama Badan Diklat TKBM Indomesia (Badiklat Pekerja Indonesia membuktikan bahwa transformasi), pendidikan adalah jalan keadilan sosial, martabat pekerja, dan kemajuan bangsa.

 

Oleh : Subhan Hadil – Ketua Umum Pimpinan Pusat SP TKBM INDONESIA