Janji Wakil Presiden Belum Terealisasi, Program Buruh Sarjana SP TKBM Indonesia Tertahan

Janji Wakil Presiden Belum Terealisasi, Program Buruh Sarjana SP TKBM Indonesia Tertahan

foto dok : Audiensi SP TKBM INDONESIA bersama Bapak Wakil Presiden di istana Wakil Presiden 9/9/2025

 

Jakarta, 18 November 2025, TKBM News — Program peningkatan pendidikan buruh yang digagas SP TKBM Indonesia kembali menghadapi hambatan besar. Janji bantuan pembiayaan pendidikan dari Wakil Presiden RI yang disampaikan dalam audiensi resmi beberapa 9 September 2025 lalu di Istana Wakil Presiden hingga kini belum terealisasi, menyebabkan ratusan buruh tertahan untuk memulai kuliah.

Dalam audiensi tersebut, delegasi SP TKBM Indonesia yang dipimpin oleh  Pimpinan Pusat dan sejumlah Pengurus Cabang turut hadir Abdur Rauf sebagai pengurus cabang sekaligus peserta program sarjana. menyampaikan permohonan dukungan pembiayaan bagi Program Buruh Sarjana, untuk tahap awal Peserta Program Buruh Sekolah Paket A :  40 orang, Paket B : 40.orang , Paket C : 40.orang dan 80 orang Program Buruh Sarjana, bantuan baik melalui KIP Kuliah, beasiswa khusus, maupun skema pembiayaan langsung.

Menurut Abdur Rauf, rombongan SP TKBM Indonesia pulang dari istana dengan optimisme tinggi, setelah Wakil Presiden menyatakan siap membantu dan menindaklanjuti. Namun harapan itu kini berubah menjadi kekecewaan.

“Kami datang ke Istana Wapres membawa harapan, tapi hingga hari ini belum ada satu pun realisasi. Tidak ada tindak lanjut, tidak ada keputusan pembiayaan yang dijanjikan, surat resmi mempertanyakan realisasi janji dan komunikasi tak terhiraukan” ujar Abdur Rauf saat dikonfirmasi 18/11/2025.

SP TKBM Indonesia telah menyiapkan calon mahasiswa, mulai dari pendataan, berkas, hingga koordinasi dengan perguruan tinggi mitra. Namun tanpa dukungan anggaran, program tersebut tidak dapat dimulai, meski ratusan buruh telah menyatakan kesiapan.

Ketua Umum Pimpinan Pusat SP TKBM Indonesia, Subhan Hadil, janji Wakil Presiden mestinya segera terealisasi entah dimana tersumbat menjadi tanda tanya kami, juga Subhan menegaskan bahwa akses pendidikan tinggi bagi buruh adalah hak dasar yang dijamin konstitusi.

Baca Juga  Gerakan Peradaban "Buruh Sekolah & Buruh Sarjana" Dimulai dari Priok, Membangun SDM Pelabuhan Indonesia

“Buruh berhak menjadi sarjana. Ini amanat UUD 1945, bukan sekadar program organisasi. Negara seharusnya hadir, apalagi sudah ada janji dari Wakil Presiden,” kata Subhan.

Ia menambahkan bahwa pendidikan merupakan kunci peningkatan taraf hidup buruh yang selama ini bekerja dalam kondisi berat namun minim kesempatan untuk mengembangkan diri.

Di sisi lain, SP TKBM Indonesia tetap melanjutkan Program Buruh Sekolah Paket A, B, dan C secara gratis, yang kini memasuki masa ujian semester. Seluruh biaya pendidikan, modul, hingga ujian ditanggung penuh oleh organisasi tanpa dukungan pemerintah, BUMN, CSR, maupun dana pendidikan negara.

Program Buruh Sarjana akan dilaksanakan segera setelah pemerintah memenuhi komitmen bantuan pembiayaan sebagaimana dijanjikan.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan