CERITA UJIAN BURUH SEKOLAH & BURUH SARJANA (Edisi Ujian Semester Paket A, B, C – SP TKBM INDONESIA)

CERITA UJIAN BURUH SEKOLAH & BURUH SARJANA

(Edisi Ujian Semester Paket A, B, C – SP TKBM INDONESIA)

 

Jakarta, 17 November 2025, TKBM News – Di tengah hiruk pikuk pelabuhan, suara kontainer, teriakan komando kerja, dan debur ombak yang tak pernah berhenti, tumbuh sebuah gerakan peradaban besar dari tubuh para pekerja bongkar muat. Gerakan itu bernama Buruh Sekolah & Buruh Sarjana, bagian dari Gerakan Peradaban SP TKBM Indonesia.

Gerakan ini tidak lahir begitu saja. Ia lahir dari keberanian seorang pemimpin yang melihat masa depan buruh jauh ke depan, bukan hanya untuk hari ini.

Pemimpin itu adalah Subhan Hadil,
Ketua Umum Pimpinan Pusat SP TKBM Indonesia, yang menggerakkan seluruh struktur organisasi untuk membuka jalan pendidikan bagi buruh pelabuhan di seluruh Nusantara.

Di tangan beliau, pendidikan buruh bukan lagi mimpi—melainkan agenda perjuangan organisasi.

Buruh Sekolah : Dari Dermaga Menuju Meja Ujian

Malam itu, di ruang belajar sederhana milik PKBM Mekar Tanjung kerjasama  SP TKBM Indonesia, tampak puluhan buruh dan keluarga buruh duduk di meja ujian.
Hari ini sejak Tanggal 16 sampai dengan 18 November 2025 adalah Ujian Semester Paket A, Paket B, dan Paket C.

Mereka datang bukan karena dipaksa, tetapi karena percaya bahwa ilmu adalah cahaya yang membuka masa depan baru bagi keluarga mereka.

Hasan Suleman – Peserta Paket C

Hasan Suleman, buruh senior yang puluhan tahun bekerja di dermaga, hari itu duduk tegak dengan penuh rasa bangga.
Ia mengikuti ujian Paket C, mengejar pendidikan yang dulu tertinggal karena beban hidup.
Setiap jawaban yang ia tulis adalah langkah menuju harga diri dan martabat yang lebih tinggi.

Baca Juga  Hikmah Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW dan Pelajaran untuk Kebangkitan Nusantara

H. Rudi – Peserta Paket B

Di kelas barisan tengah, H. Rudi mengerjakan ujian Paket B.
Ia dikenal aktif memotivasi rekan-rekan buruh PT Bogasari lainnya.
Meski hidup keras, ia menunjukkan bahwa semangat belajar tidak bisa dikalahkan oleh usia ataupun keadaan.

Ida – Peserta Paket A

Sementara itu, Ida, dari keluarga besar buruh anggota SP TKBM Indonesia, mengikuti ujian Paket A.
Perjalanan panjangnya menuju bangku pendidikan kembali membuat banyak orang terharu.
Ia adalah simbol keteguhan hati perempuan pelabuhan yang ingin mengubah nasib melalui pendidikan.

Peserta lainnya – Paket A, B, dan C

Di sekitar mereka, puluhan peserta lain dari Paket A, B, dan C duduk rapi, tekun, dan penuh harapan.
Ada yang baru lancar membaca beberapa bulan terakhir.
Ada yang belajar demi meningkatkan posisi kerja.
Ada yang ingin menunjukkan kepada anak-anak bahwa orang tua mereka pun berjuang menuntut ilmu.

Semua ini adalah bukti bahwa buruh pelabuhan kini menjadi bagian dari kebangkitan pendidikan kelas pekerja.

Buruh Sarjana : Bab Yang Masih Tertunda

Di tingkatan berikutnya, terdapat cita-cita besar organisasi:
Program Buruh Sarjana yang akan mengantarkan buruh memasuki dunia perguruan tinggi.

Namun, hingga hari ini program tersebut belum dapat dimulai.

Mengapa ?
Karena masih menunggu realisasi bantuan yang dijanjikan oleh Wakil Presiden sesuai saat SP TKBM Indonesia Audien di Istana Wakil Presiden, baik melalui :

  • Dukungan KIP Kuliah, maupun
  • Pembiayaan langsung,

yang hingga kini belum juga diberikan.

Sebagai Ketua Umum, Subhan Hadil telah menyampaikan aspirasi buruh ke pemerintah melalui berbagai pertemuan, audiensi, dan korespondensi resmi.
Namun, organisasi masih menunggu janji itu benar-benar diwujudkan.

Meski demikian, tekad tidak padam.
Ratusan buruh sudah mempersiapkan diri—mengumpulkan berkas, belajar kembali, dan bersiap memasuki perguruan tinggi ketika pintu itu akhirnya dibuka.

Baca Juga  Pilkada DKI: Antara Harapan dan Keniscayaan untuk Kesejahteraan Buruh Pelabuhan

Perubahan Besar yang Terlihat

Di bawah arahan dan komando perubahan dari Ketum Subhan Hadil, Gerakan Peradaban SP TKBM Indonesia mulai menampakkan hasil nyata :

  • Buruh lebih percaya diri berbicara di forum formal.
  • Pengetahuan meningkatkan keselamatan dan efisiensi kerja.
  • Anak-anak buruh bangga karena orang tua mereka kembali sekolah.
  • Organisasi semakin berwibawa karena menghadirkan program pendidikan nyata.
  • Harapan baru tumbuh di pelabuhan—bahwa buruh bisa sekolah, bisa kuliah, bisa menjadi sarjana.

Gerakan ini menjadikan buruh bukan hanya pekerja, tetapi pelopor perubahan sosial.

Jalan Panjang Menuju Masa Depan

Ujian Paket A, B, dan C yang sedang dijalani oleh Hasan Suleman, H. Rudi, Ida, dan puluhan peserta lainnya adalah awal dari perjalanan panjang menuju masa depan yang lebih sejahtera.

Sementara Program Buruh Sarjana menunggu realisasi dukungan pemerintah,
SP TKBM Indonesia tetap berdiri paling depan untuk memperjuangkan hak pendidikan buruh.

Inilah wajah baru buruh Indonesia.
Inilah wajah peradaban baru pelabuhan.
Inilah Gerakan Peradaban SP TKBM Indonesia.