Asosiasi Pesantren NU Jakarta Ungkap Hasil Tes LAB Positif menggunakan Minyak Babi pada Pelumas Food Tray Impor dari China Ke RI(Republik Indonesia) 

Berita, Beranda, Nasional1439 Dilihat

Asosiasi Pesantren NU Jakarta Ungkap Hasil Tes LAB Positif menggunakan Minyak Babi pada Pelumas Food Tray Impor dari China Ke RI(Republik Indonesia)

 

 

Jakarta , 17 September 2025, TKBMNews –  PernyataanKepala Badan Gizi Nasional Bapak Dr. Ir. Dadan Hindayan, sampaikan bahwa Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan apresiasi dan dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Pemerintah dalam memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Terkait dengan ini, telah diselenggarakan kegiatan Focussed Group Discusion (FGD) “Penguatan dan Percepatan Program MBG dalam rangka menjamin aspek kehalalan produk pangan dan barang gunaan yang terkait” oleh MUI pada 29 Agustus 2025 di Jakarta. Kegiatan tersebut selain dihadiri internal MUI juga dihadiri oleh perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM), Badan Standarisasi Nasional (BSN), Asosiasi Lembaga Pemeriksa Halal Indonesia (ALPIII), Asosiasi Produsen Wadah Makan Indonesia (APMAKI), Asosiasi Produsen Alat Dapur dan Makan (ASPRADAM). Dalam FGD tersebut diperoleh informasi dan persaksian bahwa proses produksi ompreng atau food tray yang diimpor dari produsen asal Chaoshan, China untuk program MBG memanfaatkan minyak babi dalam proses produksinya lengkap dengan penjelasan dan dokumen serta video prosesnya. Kondisi tersebut tidak sejalan dengan standar penetapan kehalalan produk yang ditetapkan MUI sehingga selanjutnya tidak dapat digunakan dalam program MBG.

Untuk itu Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia memberikan rekomendasi sebagai berikut :

  1. Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) perlu didukung dalam rangka investasi gizi dan penyiapan generasi masa depan yang sehat dan kuat.
  2. Mendorong pengarusutamaan halal terhadap produk pangan dan barang gunaan serta raniai pasok MBG. BGN menyampaikan komitmen penjaminan halal, baik pada produk pangan, barang gunaan, maupun rantai pasoknya. serta memastikan kehalalan dan mencegah sedini mungkin penggunaan produk atau barang gunaan yang tidak halal.
  3. BSN dan BPOM juga menekankan aspck thayyib, yakni aspek keamanan peralatan dan pangan dalam program MBG.
Baca Juga  Yayasan Rempah Pangan Indonesia Hadirkan Dapur MBG di Wakatobi : Dukungan Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat Dorong Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas 2045

Dengan ini diharapkan dapat saling memahami, membantu sekaligus pemerintah memberikan manfaat serta fungsi yang langsung dirasakan masyarakat. Sehingga dorongan dari Asosiasi Pondok Pesantren NU se-Indonesia atau RMI NU harus mengawasi foodtray yang dari China, serta keseriusan pemerintah bertanggungjawab dalam mengatasi soal pangan, makanan halal tersebut. Red., MHZ.

 

Posting Terkait

Jangan Lewatkan