Gerakan Peradaban “Buruh Sekolah & Buruh Sarjana” Dimulai dari Priok, Membangun SDM Pelabuhan Indonesia

Beranda, Artikel980 Dilihat

Gerakan Peradaban “Buruh Sekolah & Buruh Sarjana” Dimulai dari Priok, Membangun SDM Pelabuhan Indonesia

 

 

Tanjung Priok, Pelabuhan terbesar di Indonesia, kembali mencatat sejarah. Bukan karena kapal raksasa yang bersandar, melainkan karena langkah monumental dari akar rumput pekerja: Gerakan Peradaban Buruh Sekolah dan Buruh Sarjana resmi dimulai dari sini.

Dalam peringatan Milad ke-21 Serikat Pekerja TKBM Indonesia 28 Mei lalu, Ketua Umum Pimpinan Pusat SP TKBM Indonesia menegaskan bahwa Priok bukan hanya pusat logistik nasional, tapi kini menjadi pusat lahirnya kebangkitan peradaban buruh Indonesia.

Melawan Warisan Kemiskinan melalui Pendidikan

Program ini menyasar buruh pelabuhan, Supir Truk, Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) serta keluarganya yang belum menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah. Melalui kerjasama dengan PKBM resmi dan terakreditasi, buruh kini bisa mengejar Paket A, B, dan C. Tak berhenti di situ, Program Buruh Sarjana juga mulai dibuka lewat kerjasama dengan Perguruan Tinggi Dakwah Islam Indonesia (PTDII) yang membuka akses ke jurusan Hukum dan Komunikasi.

“Ini bukan sekadar program pendidikan, ini adalah gerakan peradaban, sebuah lompatan sejarah dari pelabuhan”. tegas Subhan Hadil Ketua Umum Pimpinan Pusat SP TKBM Indonesia.

Priok Jadi Lokomotif SDM Pelabuhan Nasional

Sebagai pelabuhan utama Indonesia, Priok menjadi titik awal dari transformasi besar. Peningkatan SDM buruh tak hanya akan meningkatkan produktivitas dan keselamatan kerja, tetapi juga membangun mental, cara berpikir, dan kepercayaan diri kaum pekerja yang selama ini terpinggirkan.

Program ini akan terus digulirkan ke seluruh pelabuhan utama di Indonesia, dengan semangat kolaborasi bersama Pelindo, pemerintah daerah, pengusaha logistik, koperasi pekerja, dan sektor pendidikan tinggi.

Ajakan Kolaborasi Nasional

SP TKBM Indonesia menyerukan agar semua pihak ikut terlibat dalam mendukung gerakan ini. Salah satu langkah nyata yang diusulkan adalah :

1% dari dana CSR perusahaan BUMN pelabuhan dan logistik seperti Pelindo, KBN, dan perusahaan maritim dan logistik swasta untuk mendukung pendidikan dan pelatihan skill buruh.

Dana ini akan dialokasikan untuk :

  • Pembiayaan kejar Paket A, B, dan C
    Beasiswa kuliah S1 bagi buruh dan anak buruh
  • Sertifikasi keahlian seperti K3, operator alat berat, safety driving, dsb.
  • Penyelenggaraan pelatihan teknis dan vokasi melalui Badan Diklat TKBM Indonesia
Baca Juga  Presiden Harus Evaluasi Total Dana Abadi Pendidikan dan LPDP untuk Alokasikan ke Program Buruh Sekolah dan Buruh Sarjana

Menuju Indonesia Emas 2045 dari Pintu Gerbang Laut

Gerakan ini menegaskan bahwa pembangunan SDM tidak boleh hanya fokus pada wilayah pusat dan formalitas, tapi harus dimulai dari pelabuhan – tempat ekonomi Indonesia bertumpu dan buruh menjadi garda terdepan.

Dengan dimulainya Gerakan Peradaban Buruh Sekolah dan Buruh Sarjana dari Tanjung Priok, Indonesia kini punya contoh nyata bahwa perubahan itu mungkin, jika dimulai dari keberanian dan kebersamaan.

“Dari Priok untuk Indonesia. Dari pelabuhan, kita bangun peradaban.”

BADAN DIKLAT TKBM INDONESIA -BADIKLAT PEKERJA INDONESIA