Urgensi Keberadaan TKBM Indonesia bagi Bea Cukai
Keselamatan Kerja, Kondusivitas Pelabuhan, dan Kelancaran Arus Logistik Nasional-Internasional
oleh : Subhan Hadil MA – Ketua Umum Pimpinan Pusat SP TKBM Indonesia

Pendahuluan

Tenaga Kerja Bongkar Muat Indonesia (TKBM Indonesia) adalah elemen kunci dalam operasional pelabuhan yang melibatkan aktivitas bongkar muat barang.
Dalam konteks pelabuhan Indonesia, keberadaan TKBM Indonesia sangat strategis bagi Bea Cukai yang bertugas mengawasi arus barang keluar dan masuk. Kerja sama antara keduanya tidak hanya memastikan kelancaran logistik, tetapi juga meningkatkan keselamatan kerja dan menjaga stabilitas operasional pelabuhan.

Peran Strategis TKBM Indonesia di Pelabuhan
1. Keselamatan Kerja
TKBM berada di garis depan aktivitas bongkar muat yang penuh risiko, seperti kecelakaan alat berat atau paparan barang berbahaya. Peran mereka mendukung:
Implementasi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja): Dengan pelatihan yang memadai, TKBM dapat bekerja lebih aman dan efisien, mengurangi kecelakaan yang dapat mengganggu operasi pelabuhan.
Pengendalian Barang Berbahaya: Dalam sinergi dengan Bea Cukai, TKBM Indonesia membantu memastikan barang berbahaya diperlakukan sesuai protokol, seperti pemindahan bahan kimia atau material eksplosif.
2. Kondusivitas Pelabuhan
Aktivitas pelabuhan yang kondusif sangat bergantung pada keseimbangan peran antara Bea Cukai, TKBM Indonesia, dan pengelola pelabuhan.
Pengelolaan Konflik: Keberadaan TKBM yang terorganisir mengurangi potensi perselisihan, terutama dalam pengaturan jadwal bongkar muat atau upah.
Komunikasi Efektif :
TKBM Indonesia menjadi penghubung operasional antara pihak pelabuhan dan Bea Cukai, memastikan setiap prosedur berjalan lancar.
3. Kelancaran Arus Logistik Nasional dan Internasional
Efisiensi logistik menjadi elemen utama daya saing Indonesia di pasar global. TKBM berkontribusi melalui:
Kecepatan Bongkar Muat :
Pengelolaan waktu yang tepat oleh TKBM memastikan kapal dapat beroperasi sesuai jadwal, mengurangi biaya demurrage.
Pemeriksaan Efektif :
Kolaborasi dengan Bea Cukai memungkinkan pemeriksaan barang dilakukan tanpa menimbulkan bottleneck dalam alur logistik.
Analisis Mendalam
Kesenjangan yang Dapat Menghambat Sinergi
Minimnya Pelatihan :
Sebagian besar TKBM belum mendapatkan pelatihan memadai untuk memahami regulasi Bea Cukai atau prosedur penanganan barang khusus.
Kesejahteraan Buruh :
Kondisi kerja yang tidak ideal, seperti upah rendah atau kurangnya asuransi, dapat memengaruhi produktivitas TKBM.
Teknologi yang Tidak Merata :
Tidak semua pelabuhan di Indonesia memiliki alat modern, sehingga menghambat efektivitas kerja TKBM dan Bea Cukai.
Dampak Positif Sinergi yang Kuat
1. Produktivitas Tinggi:
Sinergi yang baik meningkatkan waktu layanan pelabuhan, memperkuat daya saing internasional.
2. Pencegahan Kejahatan :
Kolaborasi antara Bea Cukai dan TKBM mencegah penyelundupan barang ilegal yang merugikan negara.
3. Daya Saing Global :
Pelabuhan yang kondusif dan efisien akan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat logistik di kawasan Asia-Pasifik.
Rekomendasi Strategis
1. Peningkatan Kompetensi TKBM :
Mengadakan pelatihan reguler terkait operasional alat berat, penanganan barang berbahaya, dan pemahaman regulasi Bea Cukai.
Memberikan sertifikasi profesi untuk meningkatkan keahlian dan daya saing tenaga kerja.
2. Digitalisasi dan Modernisasi Pelabuhan:
Memanfaatkan teknologi seperti smart port systems untuk mempermudah koordinasi antara Bea Cukai dan TKBM.
Integrasi data logistik berbasis digital untuk meminimalkan hambatan komunikasi.
3. Peningkatan Kesejahteraan TKBM :
Memberikan akses jaminan kesehatan, asuransi, dan upah yang layak untuk meningkatkan motivasi kerja.
Membangun dialog yang konstruktif dengan asosiasi buruh untuk menciptakan lingkungan kerja yang harmonis.
Kesimpulan
Keberadaan TKBM Indonesia yang profesional dan terorganisir dalam SP TKBM.Indoneaia sangat mendukung peran Bea Cukai dalam menciptakan pelabuhan yang aman, kondusif, dan efisien. Dengan kolaborasi yang erat, pelabuhan Indonesia tidak hanya mampu bersaing di tingkat global, tetapi juga menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi nasional melalui arus logistik yang lancar dan terpercaya.
oleh : Subhan Hadil MA – Ketua Umum Pimpinan Pusat SP TKBM Indonesia /Koordinator Nasional Aliansi Buruh Pelabuhan Indonesia












