Pelabuhan, Buruh, dan Presiden: Pilar Perekonomian dan Peran Penting dalam Pembangunan Nasional

Pelabuhan, Buruh, dan Presiden: Pilar Perekonomian dan Peran Penting dalam Pembangunan Nasional

 

Dok Foto : Subhan Hadol.MA, Koordinator Nasional.Aliansi Buruh Pelabuhan & Ketua Umum Pimpinan Pusat SP TKBM Indonesia 2024-2029

 

 

Pelabuhan adalah salah satu infrastruktur vital dalam ekonomi maritim Indonesia. Sebagai negara kepulauan, peran pelabuhan sangat sentral dalam menghubungkan antar-pulau, serta menghubungkan Indonesia dengan dunia internasional. Pelabuhan bukan hanya tempat bongkar-muat barang, tetapi juga pusat aktivitas ekonomi yang melibatkan berbagai pihak, termasuk buruh pelabuhan yang bekerja keras untuk memastikan kelancaran proses tersebut.

Peran Pelabuhan dalam Perekonomian

Pelabuhan di Indonesia seperti Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Belawan, dan Pelabuhan Makassar, berperan penting dalam distribusi logistik dan perdagangan. Banyak komoditas ekspor, seperti minyak sawit, karet, kopi, dan tekstil, melewati pelabuhan-pelabuhan ini untuk dikirim ke pasar internasional. Begitu pula sebaliknya, barang-barang impor masuk melalui pelabuhan untuk didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia.

Keberlangsungan kegiatan ekonomi di pelabuhan juga didukung oleh regulasi pemerintah, investasi infrastruktur, dan kerja sama dengan pelaku usaha internasional. Tanpa pelabuhan yang efisien, biaya logistik dapat melonjak, menghambat distribusi barang, dan pada akhirnya menekan perekonomian nasional.

Buruh Pelabuhan: Tulang Punggung Operasional

Buruh pelabuhan memainkan peran kunci dalam operasional pelabuhan. Mereka bertugas mengangkut, memuat, dan menurunkan barang dari kapal, serta memastikan bahwa setiap kegiatan di pelabuhan berjalan lancar. Meskipun pekerjaan ini menuntut fisik yang kuat dan jam kerja yang panjang, peran buruh seringkali kurang mendapat perhatian yang layak dalam perbincangan publik mengenai perekonomian.

Tantangan yang dihadapi buruh pelabuhan tidak sedikit. Mereka seringkali dihadapkan pada kondisi kerja yang berat, upah yang kurang memadai, serta kurangnya jaminan keselamatan kerja. Sebagai respons, para buruh pelabuhan beberapa tahun terakhir telah membentuk serikat untuk memperjuangkan hak-hak mereka, seperti kenaikan upah yang layak dan perbaikan kondisi kerja. Di sisi lain, modernisasi pelabuhan dengan penggunaan alat berat dan otomatisasi juga menjadi tantangan tersendiri bagi keberlanjutan pekerjaan buruh tradisional.

Baca Juga  RAMALAN NUSANTARA : MENGGUGAH NURANI BANGSA DALAM JEJAK SATRIO PININGIT SEJATI

Presiden dan Kebijakan Maritim

Peran Presiden dalam memastikan perkembangan dan keberlanjutan sektor pelabuhan tidak dapat dipandang sebelah mata. Selama beberapa periode kepresidenan, berbagai kebijakan telah diluncurkan untuk mendukung modernisasi pelabuhan dan meningkatkan daya saing maritim Indonesia. Di era Presiden Joko Widodo, misalnya, program Tol Laut diluncurkan untuk menghubungkan pelabuhan-pelabuhan di seluruh nusantara guna menekan disparitas harga antara Indonesia bagian barat dan timur.

Selain itu, perhatian terhadap kesejahteraan buruh pelabuhan juga menjadi fokus pemerintah. Melalui kebijakan ketenagakerjaan, pemerintah berusaha memastikan bahwa buruh pelabuhan mendapatkan perlindungan yang memadai, baik dalam hal upah maupun jaminan keselamatan kerja.

Sinergi untuk Pembangunan

Pelabuhan, buruh, dan kebijakan Presiden adalah tiga komponen yang saling terkait dalam mewujudkan pembangunan nasional yang berkelanjutan. Infrastruktur pelabuhan yang modern, didukung oleh tenaga kerja yang sejahtera dan kebijakan yang progresif, akan memastikan Indonesia mampu bersaing di kancah global. Pelabuhan yang efisien tidak hanya akan menurunkan biaya logistik, tetapi juga akan membuka peluang baru bagi industri dan menciptakan lapangan kerja.

Presiden sebagai kepala negara memiliki peran strategis dalam memastikan sinergi antara investasi infrastruktur, peningkatan kesejahteraan buruh, serta pelaksanaan kebijakan maritim. Dengan demikian, Indonesia dapat terus memperkuat sektor maritimnya dan menjadikannya sebagai salah satu pilar utama perekonomian bangsa.

Oleh : Subhan H MA – Ketua Umum Pimpinan Pusat SP TKBM Indonesia/Koordinator Nasional Aliansi Buruh Pelabuhan Indonesia