Nyawa Kami Lebih Berharga: Kami Butuh Pelatihan K3 TKBM ! Presiden Diminta Tegur Keras Direksi BPJS Ketenagakerjaan, Kementerian Ketenagakerjaan, dan Pihak Terkait

Nyawa Kami Lebih Berharga: Kami Butuh Pelatihan K3 TKBM !

Presiden Diminta Tegur Keras Direksi BPJS Ketenagakerjaan, Kementerian Ketenagakerjaan, dan Pihak Terkait

 

foto dok : Ahmad Rusmiarso SH, Direktur LBH TKBM Indonesia – Koordinator Advokasi Aliansi Nasional Buruh Pelabuhan Indonesia

 

Jakarta, 17 November 2024, TKBM News – Ahmad Rusmiarso, SH, Direktur Lembaga Bantuan Hukum Tenaga Kerja Bongkar Muat Indonesia (LBH TKBM Indonesia) sekaligus Koordinator Advokasi dan Pendampingan Hukum Aliansi Nasional Buruh Pelabuhan Indonesia, menegaskan dalam rilis media bahwa keselamatan buruh pelabuhan harus menjadi prioritas utama. “Satu nyawa buruh pelabuhan sangat berharga,” ujarnya dengan penuh keprihatinan.

 

Buruh Pelabuhan Bergerak, Pemerintah Harus Mendengar!

 

Ahmad mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk menegur keras Direksi BPJS Ketenagakerjaan, yang dinilai hanya fokus pada penarikan iuran tanpa memberikan kontribusi signifikan terhadap keselamatan dan pelatihan pekerja. “BPJS Ketenagakerjaan jangan cuma minta setoran iuran. Berikan pelatihan sertifikasi K3 TKBM untuk mencegah kecelakaan kerja di pelabuhan. Mereka masing-masing digaji besar ratusan juta tiap bulannya dari keringat buruh, tetapi hanya menunggu iuran tiap bulan tanpa melakukan upaya preventif,” tegas Ahmad.

 

Kebutuhan Mendesak Pelatihan K3 TKBM

Ahmad menyoroti bahwa buruh pelabuhan, sebagai tulang punggung ekonomi logistik nasional, menghadapi risiko kerja tinggi setiap hari. Namun, perhatian terhadap pelatihan dan sertifikasi keselamatan kerja (K3 TKBM) masih minim. “Kami meminta pemerintah, Kementerian Ketenagakerjaan, Pelindo, dan pihak terkait untuk benar-benar memperhatikan keselamatan nyawa buruh pelabuhan. Jangan sampai kecelakaan kerja terus terjadi karena kurangnya kompetensi dan pelatihan K3,” imbuhnya.

Lembaga Diklat TKBM Indonesia telah menyiapkan modul khusus pelatihan K3 TKBM berbasis standar nasional dan internasional. Ahmad mengungkapkan bahwa lembaga ini dibentuk oleh pihak-pihak yang prihatin akan nasib buruh pelabuhan dan telah bekerjasama dengan berbagai pihak yang ekspert di bidang pelatihan K3 termasuk instruktur pelatih dan penguji di seluruh Indonesia, dengan tujuan meningkatkan kualitas SDM dan keselamatan kerja buruh.

Baca Juga  Harga Kedelai Merangkak Naik, Tahu Tempe Terancam Ikut Naik, Dampak Gejolak Global dan Konflik Timur Tengah Mulai Terasa

Dampak Positif Pelatihan K3 TKBM

Pelatihan dan sertifikasi K3 TKBM dapat memberikan berbagai manfaat, antara lain:

Penurunan Tingkat Kecelakaan Kerja : Peningkatan kesadaran dan keterampilan buruh pelabuhan dalam menangani risiko kerja.

Efisiensi Operasional Pelabuhan : Dengan tenaga kerja yang terampil, proses bongkar muat akan lebih cepat dan aman.
Peningkatan Daya Saing Pelabuhan Nasional: SDM yang tersertifikasi mampu memenuhi standar internasional, membuka peluang lebih besar untuk kerja sama global.

Pengurangan Beban BPJS Ketenagakerjaan : Investasi dalam pelatihan akan mengurangi klaim kecelakaan kerja.

Risiko Jika Pelatihan Diabaikan

Ahmad juga mengingatkan bahwa jika pemerintah gagal memberikan perhatian pada pelatihan dan sertifikasi K3 TKBM, konsekuensinya akan serius :

Meningkatnya Kasus Kecelakaan Kerja : Dengan angka fatalitas yang lebih tinggi, hal ini akan merugikan ekonomi dan reputasi Indonesia di mata dunia.
Menurunnya Produktivitas Pelabuhan: Buruh yang tidak terlatih akan memperlambat proses operasional dan meningkatkan risiko kerugian material.

Krisis Kepercayaan Buruh : Buruh pelabuhan akan kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah dan lembaga terkait, yang dapat memicu aksi mogok kerja nasional.

Ahmad berharap Presiden Prabowo mengambil langkah tegas untuk memastikan keselamatan buruh pelabuhan menjadi prioritas nasional. “Kami tidak akan diam jika nyawa kami terus dipertaruhkan. Ini waktunya untuk bertindak!” pungkasnya.

Buruh Pelabuhan Bergerak, Pemerintah Harus Mendengar!

Posting Terkait

Jangan Lewatkan