Rabies: Ancaman Mematikan yang Harus Diwaspadai

Berita1464 Dilihat

Rabies: Ancaman Mematikan yang Harus Diwaspadai

dr. Stevanie Witopo Gani, MBBS. (Foto: Ist)

dr. Stevanie Witopo Gani, MBBS. (Foto: Ist)

 

Rabies merupakan penyakit virus yang dapat menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani. Penyakit ini terutama menyebar melalui gigitan hewan yang terinfeksi, seperti anjing, kucing, kera dan kelelawar.

Rabies adalah penyakit yang disebabkan oleh virus rabies dari genus Lyssavirus. Virus ini menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan peradangan otak (ensefalitis) yang hampir selalu berakibat fatal jika tidak segera diobati.

“Rabies adalah salah satu penyakit tertua yang diketahui manusia dan sangat mematikan,” kata dr. Stevanie Witopo Gani, MBBS saat mengisi acara Pos Jaga di Pro 2 RRI Singaraja, Bali, Rabu (22/05/2024). ​

Penularan rabies umumnya terjadi melalui gigitan hewan yang terinfeksi. Virus rabies terdapat dalam air liur hewan tersebut dan dapat masuk ke tubuh manusia melalui luka gigitan atau cakaran. Kontak dengan selaput lendir atau luka terbuka juga dapat menyebabkan infeksi.

“Virus ini dapat menyebar melalui berbagai cara, namun gigitan hewan adalah metode penularan yang paling umum,” ujar dr. Stevanie.

Gejala rabies biasanya muncul dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan setelah terpapar. Gejala awal meliputi demam, sakit kepala, dan rasa tidak nyaman umum. Seiring waktu, gejala dapat berkembang menjadi gangguan neurologis seperti kebingungan, halusinasi, kejang, dan ketakutan terhadap air (hidrofobia).

“Gejala lain termasuk aerofobia, atau ketakutan terhadap udara atau angin,” ucapnya.

Pencegahan utama terhadap rabies adalah melalui vaksinasi hewan peliharaan dan segera mencari perawatan medis setelah gigitan hewan yang dicurigai terinfeksi rabies. Mencuci luka gigitan dengan sabun dan air selama 15 menit serta mendapatkan vaksin anti-rabies dapat mencegah perkembangan penyakit.

“Jika diberikan sebelum gejala muncul, vaksinasi dapat mencegah rabies berkembang,” katanya menambahkan.

Baca Juga  SEMINAR NASIONAL MENUJU ERA INDONESIA EMAS.

Indonesia adalah salah satu negara dengan kasus rabies yang cukup tinggi. Pada tahun 2023, kasus gigitan hewan penular rabies di Bali mencapai ribuan, dengan beberapa kasus pada manusia yang berujung kematian. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya, termasuk vaksinasi massal hewan peliharaan dan peningkatan kesadaran masyarakat.

“Program vaksinasi dan edukasi masyarakat sangat penting untuk mengendalikan penyebaran rabies,” ujar dr. Stevanie.

Pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat harus bekerja sama untuk mencegah dan mengendalikan rabies. Program vaksinasi dan edukasi tentang bahaya rabies serta cara pencegahannya terus digalakkan.

“Masyarakat juga perlu berperan aktif dengan menjaga hewan peliharaannya dan melaporkan segera jika ada kasus gigitan hewan liar,” ucap dr. Stevanie mengakhiri.

Dengan peningkatan kesadaran dan tindakan pencegahan yang tepat, diharapkan jumlah kasus rabies di Indonesia dapat berkurang dan mencapai target eliminasi pada tahun 2030.

Sumber : RRI.co.id 

Oleh: Luh Putu Sukeresminingsih