KOPPELINDO Perkuat Peran sebagai Agregator Perumahan Pekerja Nasional

KOPPELINDO Perkuat Peran sebagai Agregator Perumahan Pekerja Nasional

Dorong pengembangan perumahan pekerja dan perluas peluang kepemilikan rumah bagi pekerja untuk mendukung Program 3 Juta Rumah, termasuk pekerja kontrak, harian lepas, dan sektor informal.

 

Jakarta, 21 Oktober 2026, TKBM News — KOPPELINDO Mandiri melalui divisi KOPPELINDO PROPERTY memperkuat perannya sebagai Agregator Perumahan Pekerja Nasional untuk menghimpun kebutuhan hunian, menghubungkan pekerja dengan jaringan pengembang, serta mendorong pengembangan kawasan perumahan pekerja di berbagai wilayah Indonesia.

Inisiatif ini diarahkan untuk memperluas akses kepemilikan rumah bagi pekerja sekaligus mendukung tujuan Program 3 Juta Rumah melalui kolaborasi dengan pemerintah, pengembang perumahan, perusahaan, koperasi pekerja, perbankan, dan lembaga pembiayaan.

Ketua/CEO KOPPELINDO Mandiri, Subhan Hadil, mendorong pendekatan perumahan yang lebih inklusif agar kebutuhan hunian pekerja tidak hanya dilihat dari status hubungan kerja, tetapi juga mempertimbangkan penghasilan aktual, kemampuan membayar, dan kondisi masing-masing keluarga.

Program ini mencakup pekerja tetap, kontrak, harian lepas, borongan, alih daya, pekerja pelabuhan, pekerja mandiri, serta pekerja sektor informal.

Pekerja Kontrak dan Harian Lepas Menghadapi Tantangan Akses Rumah

Salah satu tantangan dalam kepemilikan rumah adalah akses pembiayaan bagi pekerja yang memiliki penghasilan tidak tetap atau hubungan kerja dengan jangka waktu tertentu.

Pekerja harian lepas dan borongan, misalnya, dapat menerima penghasilan berdasarkan jumlah hari kerja atau volume pekerjaan. Sementara itu, pekerja kontrak menghadapi ketidakpastian mengenai kelanjutan kontrak dan pendapatan setelah masa kerja berakhir.

Kondisi tersebut dapat menyulitkan sebagian pekerja dalam memenuhi persyaratan administrasi pembiayaan, membuktikan kestabilan penghasilan, menyiapkan uang muka, dan meyakinkan pemberi kredit mengenai kemampuan membayar cicilan jangka panjang.

Akibatnya, pekerja yang memiliki penghasilan tetapi tidak selalu menerima gaji bulanan tetap dapat menghadapi hambatan ketika mengakses KPR.

Baca Juga  ALIANSI  NASIONAL PEKERJA PELABUHAN INDONESIA  DUKUNG LANGKAH BERANI MENKEU TARIK DANA MENGENDAP DI BI — SAATNYA WUJUDKAN KPR PERADABAN UNTUK PEKERJA INDONESIA !

Tantangan akses pembiayaan bagi pekerja informal juga menjadi perhatian dalam pengembangan kebijakan perumahan pemerintah.

KOPPELINDO Dorong Kebijakan Perumahan yang Lebih Inklusif

KOPPELINDO memandang bahwa perluasan kepemilikan rumah bagi pekerja perlu didukung oleh kebijakan yang mempertimbangkan keragaman status kerja dan pola penghasilan masyarakat.

Untuk itu, KOPPELINDO PROPERTY akan mendorong penjajakan dan dialog dengan kementerian serta lembaga pemerintah terkait, pemerintah daerah, BP Tapera, BPJS Ketenagakerjaan, perbankan, dan pemangku kepentingan perumahan lainnya.

Sejumlah arah kebijakan yang diperjuangkan meliputi :

  • Penilaian kemampuan membayar yang lebih adaptif, dengan mempertimbangkan riwayat penghasilan, transaksi rekening, catatan pembayaran, serta dokumen pekerjaan yang relevan, tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian perbankan.
  • Perluasan akses program pembiayaan perumahan, termasuk kajian mengenai mekanisme yang sesuai bagi pekerja kontrak, harian lepas, borongan, dan pekerja informal yang memenuhi persyaratan.
  • Penguatan dukungan uang muka dan keterjangkauan angsuran, sesuai program pemerintah, ketentuan penerima manfaat, dan kemampuan fiskal.
  • Pengembangan skema kepemilikan bertahap, seperti sewa menuju kepemilikan atau skema pembelian bertahap, apabila layak dan disepakati bersama pengembang serta mitra pembiayaan.
  • Penguatan edukasi dan pendampingan administrasi, agar pekerja memahami persyaratan, risiko, dan tahapan pembelian rumah sebelum mengajukan pembiayaan.

KOPPELINDO  Himpun Kebutuhan, Hubungkan Pengembang, Buka Peluang Pembiayaan

Sebagai agregator, KOPPELINDO PROPERTY mengembangkan strategi melalui tiga pendekatan utama.

Pertama, menghimpun kebutuhan rumah pekerja secara nasional. Pendataan dilakukan berdasarkan lokasi kerja dan domisili, status pekerjaan, penghasilan, kebutuhan keluarga, preferensi hunian, serta kemampuan pembayaran.

Kedua, menghubungkan kebutuhan pekerja dengan pengembang dan kawasan Perumahan Pekerja. Hasil pendataan menjadi dasar penjajakan proyek yang sesuai dari sisi lokasi, harga, kesiapan pembangunan, dan kebutuhan calon pembeli.

Ketiga, menjajaki alternatif pembiayaan dengan mitra terkait. KOPPELINDO PROPERTY membuka peluang dialog dengan perbankan dan lembaga pembiayaan untuk mencari pendekatan yang sesuai dengan profil penghasilan pekerja, termasuk pekerja dengan penghasilan tidak tetap.

Baca Juga  SP TKBM INDONESIA HADIRI 12 th JURK "Jakarta Utara  Kota Global" 

Pendekatan kolektif melalui perusahaan, koperasi, serikat pekerja, dan kelompok pekerja diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas pendataan serta memperjelas kebutuhan pasar.

Membuka Manfaat Nyata bagi Pekerja

Melalui KOPPELINDO Property ini, pekerja diharapkan memperoleh informasi perumahan yang lebih terarah, pemetaan awal kemampuan pembayaran, informasi uang muka dan estimasi angsuran, serta pemahaman mengenai persyaratan pembelian rumah dan pengajuan KPR.

KOPPELINDO PROPERTY juga membuka penjajakan informasi mengenai Manfaat Layanan Tambahan (MLT) BPJS Ketenagakerjaan bagi peserta yang memenuhi ketentuan. Program MLT mencakup fasilitas pembiayaan perumahan melalui bank penyalur dengan persyaratan kepesertaan dan ketentuan kredit yang berlaku. .

Bagi pekerja kontrak dan harian lepas, pemetaan penghasilan aktual, riwayat pekerjaan, kemampuan menabung, dan kelengkapan dokumen dapat menjadi bagian dari persiapan awal. Kelayakan mengikuti program dan memperoleh kredit tetap bergantung pada persyaratan program serta penilaian lembaga pembiayaan.

Mengembangkan Kawasan Perumahan Pekerja di Seluruh Indonesia

KOPPELINDO PROPERTY mengembangkan jaringan perumahan pekerja yang mencakup DKI Jakarta, Tangerang dan Serang, Banten, Bekasi, Bogor, Subang, dan Majalengka, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Riau dan wilayah Sumatera lainnya, Makassar, Morowali dan wilayah Sulawesi lainnya, Banjarmasin dan wilayah Kalimantan lainnya dan kawasan Indonesia Timur serta wilayah lainnya di seluruh Indonesia.

Pengembangan jaringan dilakukan secara bertahap melalui penjajakan dengan pengembang, perusahaan, koperasi pekerja, pemerintah daerah, perbankan, dan lembaga pembiayaan.

Pengembangan kawasan diarahkan untuk mempertemukan kebutuhan hunian dengan pilihan lokasi, kesiapan proyek, infrastruktur, harga, dan peluang pembiayaan yang relevan. Status, legalitas, harga, serta ketersediaan unit akan dikonfirmasi kepada pihak terkait di setiap lokasi.

Berkolaborasi untuk Mendukung Program 3 Juta Rumah

KOPPELINDO PROPERTY membuka peluang kolaborasi dengan perusahaan, koperasi pekerja, serikat pekerja, pengembang, bank, dan lembaga pembiayaan untuk memperluas akses informasi dan peluang kepemilikan rumah bagi pekerja.

Baca Juga  Suyanto Penasehat Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia Mengapresiasi Pernyataan Titik Soeharto Ketua Komisi IV DPR RI Terkait Swasembada Kedelai

KOPPELINDO memandang bahwa keberhasilan pengembangan perumahan pekerja membutuhkan keterhubungan antara kebutuhan calon pembeli, ketersediaan kawasan hunian, kemampuan finansial, dan dukungan pembiayaan yang sesuai.

Melalui peran sebagai agregator, KOPPELINDO PROPERTY berupaya menghimpun kebutuhan pekerja secara terstruktur, memperluas jaringan pengembang, dan mendorong dialog mengenai solusi pembiayaan yang lebih adaptif bagi beragam kelompok pekerja.

Upaya ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam memperluas akses hunian dan mendukung tujuan Program 3 Juta Rumah, sehingga peluang memiliki rumah dapat dijangkau lebih luas oleh pekerja dan keluarganya.

KOPPELINDO PROPERTY
Worker Housing Aggregator & Consultant

Menghimpun Kebutuhan. Menghubungkan Ekosistem. Mengembangkan Kawasan Perumahan Pekerja.

“PEKERJA PUNYA RUMAH, KELUARGA PUNYA MASA DEPAN.”

 

 

Posting Terkait

Jangan Lewatkan