MENUJU MAYDAY 2026
BURUH PELABUHAN SIAP GELAR
“Doa Kaum Buruh untuk Keselamatan Bangsa”
Satu Komando Menguat, RUU KETENAGAKERJAAN DIUJI—BURUH PELABUHAN TOLAK KETIDAKADILAN

Jakarta, 25 April 2026, TKBM News — Menjelang Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026, konsolidasi buruh pelabuhan di berbagai wilayah Indonesia terus menunjukkan penguatan signifikan. Momentum ini tidak hanya melibatkan pekerja lapangan, tetapi juga mencerminkan keterlibatan luas lintas profesi, lintas level, dan lintas organisasi dalam ekosistem pelabuhan nasional.
Dari Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), sopir truk dan kontainer, tally, checker, operator alat berat, hingga supervisor, petugas keselamatan kerja (HSE), karyawan tetap dan pekerja kontrak—bahkan hingga pimpinan perusahan, pimpinan asosiasi, serta para pemangku kepentingan dan pembuat kebijakan—semuanya berada dalam satu perhatian besar masa depan keadilan kerja di sektor pelabuhan.

Dewan Buruh Pelabuhan Indonesia, Motor Konsolidasi Nasional
Doa Bersama Kaum Buruh ini sebagai Konsolidasi akbar yang digerakkan oleh kekuatan bersama dalam wadah Dewan Buruh Pelabuhan Indonesia, yang dimotori oleh berbagai elemen organisasi buruh pelabuhan nasional.
Di antaranya :
- PP SP TKBM Indonesia
- DPP SPPI Bersatu
- F SP BUMN Bersatu
- F SBTN
- F SPBMN
- SP Terminal Petikemas Surabaya
Kolaborasi ini menandai lahirnya kekuatan kolektif lintas organisasi yang selama ini terfragmentasi, kini bergerak dalam satu arah dan satu tujuan.
“Mayday 2026 adalah momentum sejarah. Buruh pelabuhan tidak lagi berdiri sendiri-sendiri. Kita bersatu dalam satu komando untuk memperjuangkan keadilan dan kepastian kerja,” tegas Ketua Umum Pimpinan Pusat SP TKBM Indonesia Subhan Hadil, sekaligus bersama para pimpinan SP/SB lainnya sebagai Presidium Nasional Dewan Buruh Pelabuhan Indonesia. saat diwawancara di Sekretariat Nasional Gerakan Peradaban PP SP TKBM Indonesia 25/4/2026.
Lintas Profesi, Lintas Level: Satu Kesadaran
Konsolidasi ini tidak hanya mempertemukan pekerja lintas profesi, tetapi juga menjembatani kesadaran lintas level dalam sistem pelabuhan.
Dari lapangan hingga pengambil kebijakan, muncul pemahaman bahwa pelabuhan adalah satu sistem yang saling terhubung—dan tidak akan kuat tanpa keadilan bagi seluruh elemen di dalamnya.
Doa Kaum Buruh – Dari Pelabuhan untuk Negeri
Dalam momentum Mayday 2026, buruh pelabuhan juga akan menggelar doa bersama untuk keselamatan bangsa. Ini menjadi dimensi penting yang menunjukkan bahwa perjuangan buruh tidak semata soal tuntutan, tetapi juga kepedulian terhadap masa depan Indonesia.
Doa ini mencerminkan :
- harapan akan keadilan sosial
- harapan akan kebijakan yang berpihak
- harapan akan kesejahteraan pekerja
- serta harapan akan bangsa yang kuat dan berdaulat
RUU Ketenagakerjaan dalam Sorotan Kritis
Konsolidasi ini juga menjadi momentum untuk menguji arah RUU Ketenagakerjaan yang akan menentukan masa depan pekerja, khususnya di sektor pelabuhan.
Sorotan utama meliputi :
- kepastian status kerja
- pembatasan outsourcing
- perlindungan sosial berkelanjutan
- Pelatihan dan Sertifikasi
- keadilan dalam sistem pengupahan
Buruh pelabuhan menegaskan bahwa regulasi tidak boleh menjadi alat untuk melegalkan ketidakpastian.
Satu Komando Menguat
Kekuatan utama dari konsolidasi ini adalah lahirnya satu komando lintas profesi, lintas organisasi, dan lintas kepentingan.
Ini bukan hanya gerakan buruh.
Ini adalah konsolidasi sistem.
Dengan semakin dekatnya 1 Mei 2026, konsolidasi buruh pelabuhan terus meluas dan menguat.
Dari TKBM, sopir truk, hingga jajaran direksi dan pemangku kebijakan, serta berbagai organisasi dalam Dewan Buruh Pelabuhan Indonesia—semuanya kini bergerak dalam satu barisan.
Mayday 2026 akan menjadi momentum besar—
bukan hanya untuk bersuara,
tetapi untuk memastikan bahwa keadilan kerja menjadi fondasi utama masa depan pelabuhan Indonesia.







