KOPPELINDO DORONG PERCEPATAN 1 JUTA PERUMAHAN PEKERJA, DUKUNG PROGRAM 3 JUTA RUMAH PRESIDEN PRABOWO

KOPPELINDO DORONG PERCEPATAN 1 JUTA PERUMAHAN PEKERJA, DUKUNG PROGRAM 3 JUTA RUMAH PRESIDEN PRABOWO

Saatnya Membuka Peluang Lebih Besar bagi Pekerja Indonesia untuk Memiliki Rumah dan Membangun Masa Depan Keluarga

 

Jakarta, 2 November 2026, TKBM News – Upaya memperluas kesempatan kepemilikan rumah bagi pekerja Indonesia membutuhkan kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah, pengembang perumahan (developer), dunia usaha, perbankan, koperasi, dan serikat pekerja.

Sejalan dengan Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto, KOPPELINDO Melalui Divisi KOPPELINDO PROPERTY mendorong percepatan gerakan 1 Juta Perumahan Pekerja sebagai inisiatif untuk membuka akses dan peluang kepemilikan rumah bagi pekerja di berbagai sektor di Indonesia.

Direktur KOPPELINDO PROPERTY, M. Reza, menyampaikan bahwa persoalan perumahan pekerja harus menjadi perhatian bersama. Jutaan pekerja Indonesia selama ini telah memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan ekonomi nasional, tetapi masih menghadapi berbagai kendala untuk memiliki rumah sendiri.

Menurutnya, tingginya harga tanah dan bangunan, keterbatasan akses pembiayaan, persyaratan administrasi, serta lokasi perumahan yang jauh dari tempat bekerja menjadi tantangan yang harus dicarikan solusi secara bersama-sama.

“Pekerja bukan hanya membutuhkan pekerjaan dan penghasilan. Mereka juga membutuhkan kepastian tempat tinggal dan kesempatan untuk memiliki rumah sendiri. Rumah merupakan fondasi kesejahteraan keluarga dan investasi masa depan generasi berikutnya,” ujar M. Reza.

Mendorong Satu Juta Kesempatan Kepemilikan Rumah

M. Reza menegaskan, gagasan 1 Juta Perumahan Pekerja bukan sekadar mengejar angka pembangunan fisik rumah, melainkan membangun ekosistem yang mempertemukan kebutuhan pekerja dengan ketersediaan perumahan, pengembang, dan akses pembiayaan.

Program ini diarahkan untuk membuka kesempatan kepemilikan rumah bagi berbagai kelompok pekerja, mulai dari pekerja pelabuhan, buruh industri, manufaktur, transportasi, logistik, perkebunan, perdagangan, jasa, hingga pekerja informal.

Baca Juga  Dalam Kasus Dugaan Korupsi PT APBI Surabaya ( Pelindo )Jangan Dengan Kriminalisasi Prestasi Penegakan Hukum Jangan Dibangun di Atas Kriminalisasi

“Kami ingin membangun gerakan yang mampu membuka peluang lebih luas bagi pekerja. Jangan sampai mereka yang setiap hari bekerja menggerakkan perekonomian bangsa justru kesulitan mendapatkan akses untuk memiliki rumah bagi keluarganya,” jelasnya.

Menurut M. Reza, program tersebut juga harus memperhatikan kemampuan ekonomi pekerja, lokasi tempat bekerja, kebutuhan keluarga, serta pilihan skema pembiayaan yang tersedia.

Membuka Kolaborasi Developer Perumahan

Salah satu fokus utama KOPPELINDO PROPERTY adalah membangun jaringan kemitraan dengan developer perumahan di seluruh Indonesia.

KOPPELINDO PROPERTY mengajak pengembang skala nasional, regional, maupun lokal untuk bergabung dalam ekosistem Perumahan Pekerja Indonesia.

Melalui kolaborasi tersebut, developer memiliki peluang memperluas jaringan pemasaran dan menjangkau pasar pekerja yang lebih terorganisasi. Sementara pekerja mendapatkan akses terhadap berbagai pilihan perumahan berdasarkan lokasi, harga, tipe bangunan, fasilitas, dan kemampuan pembiayaan.

“Kami membuka kesempatan seluas-luasnya kepada developer untuk berkolaborasi. Developer memiliki produk dan kapasitas pembangunan, sementara pekerja memiliki kebutuhan perumahan yang sangat besar. KOPPELINDO PROPERTY hadir sebagai agregator yang menghubungkan keduanya,” ungkap M. Reza.

Ia menambahkan, kolaborasi ini tidak hanya menyangkut pemasaran rumah, tetapi juga mencakup pengembangan kawasan perumahan yang memperhatikan kedekatan dengan kawasan industri, pelabuhan, pusat logistik, dan lokasi aktivitas ekonomi pekerja.

Membangun Ekosistem Perumahan Pekerja Terintegrasi

Menurut M. Reza, percepatan kepemilikan rumah tidak cukup hanya dengan menyediakan unit perumahan. Diperlukan sistem yang mampu menghubungkan seluruh kebutuhan pekerja dengan penyedia perumahan dan lembaga pembiayaan.

Ekosistem tersebut mencakup agregasi proyek perumahan, pendataan kebutuhan pekerja, kemitraan developer, penyediaan informasi produk perumahan, pendampingan administrasi, serta kerja sama dengan perbankan dan lembaga pembiayaan.

KOPPELINDO PROPERTY juga melihat pentingnya membangun kemitraan dengan perusahaan, kawasan industri, koperasi, dan serikat pekerja agar informasi dan peluang kepemilikan rumah dapat menjangkau lebih banyak pekerja.

Baca Juga  Gerakan Nasionalisasi Sebagai Perlawanan Kembalinya VOC Baru yang Telah Menguasai Laut dan Pelabuhan Indonesia

Kerja sama dengan perbankan, BP Tapera, BPJS Ketenagakerjaan, dan lembaga terkait diharapkan dapat memperluas informasi serta akses terhadap fasilitas pembiayaan perumahan yang tersedia sesuai ketentuan masing-masing lembaga.

“Kita harus membangun sistem yang memudahkan pekerja mendapatkan informasi, memahami persyaratan, menyiapkan dokumen, dan mengikuti proses kepemilikan rumah secara transparan. Tentu seluruh keputusan pembiayaan tetap mengikuti persyaratan dan penilaian lembaga pembiayaan,” tambahnya.

KOPPELINDO PROPERTY sebagai Agregator Perumahan Pekerja

Sebagai Agregator Perumahan Pekerja dan konsultan, KOPPELINDO PROPERTY mengambil posisi untuk mengembangkan jaringan kemitraan yang mempertemukan pekerja dengan developer dan ekosistem pembiayaan perumahan.

Peran tersebut meliputi pengembangan jaringan developer mitra, agregasi proyek perumahan, pemetaan kebutuhan pekerja, pengembangan kemitraan perusahaan dan kawasan industri, pendampingan informasi kepemilikan rumah, serta pengembangan platform digital perumahan pekerja.

Dengan pendekatan agregasi, berbagai proyek perumahan dapat dihimpun dalam satu jaringan sehingga pekerja memiliki lebih banyak alternatif untuk mendapatkan hunian yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan ekonominya.

M. Reza menekankan bahwa KOPPELINDO PROPERTY ingin membangun kemitraan jangka panjang yang profesional, transparan, dan saling menguntungkan.

“Visi kami bukan sekadar menawarkan rumah kepada pekerja. Kami ingin membangun jalur kemitraan yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan agar kesempatan memiliki rumah menjadi semakin terbuka. Developer mendapatkan perluasan pasar, pekerja mendapatkan pilihan hunian, dan seluruh mitra dapat mengambil bagian dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Satu Juta Rumah, Satu Juta Harapan Keluarga Pekerja

KOPPELINDO PROPERTY memandang Program 3 Juta Rumah Presiden Prabowo Subianto sebagai momentum penting untuk memperkuat kolaborasi nasional dalam sektor perumahan.

Percepatan 1 Juta Perumahan Pekerja diharapkan menjadi bagian dari kontribusi nyata berbagai elemen masyarakat dalam memperluas akses kepemilikan rumah, khususnya bagi kelompok pekerja yang selama ini menghadapi keterbatasan.

Baca Juga  Presiden, Para Pembantunya dan Para Pemimpin Diminta Turun Tangan  "Serius Dukung Gerakan Peradaban Buruh Sekolah dan Buruh Sarjana"

Menurut M. Reza, keberhasilan program perumahan tidak hanya dilihat dari jumlah rumah yang dibangun, tetapi juga dari semakin banyaknya keluarga pekerja yang memperoleh kesempatan nyata untuk memiliki hunian.

“Kita ingin pekerja tidak selamanya hanya menjadi penyewa rumah. Mereka harus memiliki kesempatan untuk membangun aset keluarga, mempunyai tempat tinggal yang layak, dan menyiapkan masa depan anak-anaknya,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh developer perumahan, pemilik lahan, perusahaan, kawasan industri, koperasi, serikat pekerja, perbankan, dan lembaga pembiayaan untuk bersama-sama membangun gerakan Perumahan Pekerja Indonesia.

“Ini adalah pekerjaan besar yang tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi, komitmen, dan keberanian untuk membangun ekosistem perumahan yang lebih inklusif. Satu juta perumahan pekerja harus menjadi satu juta kesempatan dan satu juta harapan bagi keluarga pekerja Indonesia,” tutup M. Reza.

KOPPELINDO PROPERTY

Worker Housing Aggregator & Consultant

PERCEPATAN 1 JUTA PERUMAHAN PEKERJA

PEKERJA PUNYA RUMAH, KELUARGA PUNYA MASA DEPAN.