TUMPENG SYUKURAN KEMERDEKAAN 81 TAHUN RI & SELAMATAN BANGSA SP TKBM INDONESIA DARI SEKRETARIAT NASIONAL GERAKAN PERADABAN DOA, SYUKUR, DAN TEKAD KERAS BURUH PELABUHAN UNTUK INDONESIA

TUMPENG SYUKURAN KEMERDEKAAN 81 TAHUN RI & SELAMATAN BANGSA SP TKBM INDONESIA

DARI SEKRETARIAT NASIONAL GERAKAN PERADABAN DOA, SYUKUR, DAN TEKAD KERAS BURUH PELABUHAN UNTUK INDONESIA

 

 

Jakarta, 17 Agustus 2026, TKBM News — Malam menjelang peringatan 81 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum penting bagi keluarga besar SP TKBM Indonesia untuk berhenti sejenak, menundukkan kepala, bersyukur kepada Allah SWT, mendoakan bangsa, sekaligus meneguhkan kembali tekad perjuangan buruh pelabuhan Indonesia.

Melalui Pengajian Satsena Indonesia, digelar Tumpeng Syukuran Kemerdekaan 81 Tahun RI & Selamatan Bangsa SP TKBM Indonesia, pada Minggu, 16 Agustus 2026, pukul 19.00 WIB hingga 00.00 WIB, bertempat di Sekretariat Nasional Gerakan Peradaban Pimpinan Pusat SP TKBM Indonesia.

Kegiatan berlangsung dalam suasana religius, penuh persaudaraan, tetapi sekaligus membawa pesan perjuangan yang tegas: kemerdekaan Indonesia harus dirasakan nyata oleh seluruh rakyat, termasuk buruh pelabuhan yang menjadi bagian penting dari denyut ekonomi nasional.

HADIR BERSAMA, SATUKAN BARISAN

Kegiatan dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat SP TKBM Indonesia, Subhan Hadil, M.A., beserta jajaran Pimpinan Pusat.

Turut hadir Pimpinan Cabang Pelabuhan Tanjung Priok, Nurhani, beserta jajaran, para Pimpinan Unit Kerja, serta pimpinan badan otonom dan unsur pendukung perjuangan SP TKBM Indonesia, yaitu :

– Badan Diklat TKBM Indonesia / Badiklat Pekerja Indonesia

– Satsena Indonesia

– LBH TKBM Indonesia

– KOPPELINDO Mandiri

– Media TKBM Indonesia / TKBM News

Kehadiran seluruh unsur tersebut memperlihatkan bahwa SP TKBM Indonesia bukan sekadar organisasi pekerja, tetapi sedang membangun sebuah ekosistem perjuangan dan pemberdayaan pekerja yang mencakup pendidikan, hukum, ekonomi, media, kesejahteraan, hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia.

 

TUMPENG BUKAN SEKADAR SEREMONI

Tumpeng syukuran bukan sekadar acara makan bersama.

Baca Juga  JANGAN MATIKAN UMKM DENGAN BIROKRASI Permenkum Nomor 49 Tahun 2025, Biaya Kepatuhan yang Membengkak, dan Mendesaknya Regulasi yang Berkeadilan

Di balik tumpeng terdapat doa, rasa syukur, penghormatan kepada para pahlawan, dan tekad untuk meneruskan perjuangan kemerdekaan dalam bentuk yang lebih nyata.

Kemerdekaan yang diperjuangkan para pendahulu bangsa tidak boleh berhenti pada seremoni setiap tanggal 17 Agustus.

Kemerdekaan harus berarti pekerjaan yang layak.

Kemerdekaan harus berarti kesejahteraan.

Kemerdekaan harus berarti pendidikan.

Kemerdekaan harus berarti perlindungan hukum.

Kemerdekaan harus berarti keselamatan kerja.

Kemerdekaan harus berarti rumah yang layak bagi pekerja.

Kemerdekaan harus berarti masa depan bagi anak-anak buruh.

Karena itu, SP TKBM Indonesia menegaskan :

JANGAN BIARKAN KEMERDEKAAN HANYA MENJADI SEJARAH.

JADIKAN KEMERDEKAAN SEBAGAI KESEJAHTERAAN NYATA RAKYAT.

SELAMATAN BANGSA, DOA UNTUK INDONESIA

Dalam pengajian dan selamatan tersebut, doa dipanjatkan untuk keselamatan dan keberkahan bangsa Indonesia.

Doa juga ditujukan kepada para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan, kepada seluruh pekerja Indonesia, serta keluarga besar TKBM di seluruh penjuru negeri.

Khusus bagi buruh pelabuhan, doa dipanjatkan agar seluruh pekerja diberikan keselamatan dalam bekerja, kesehatan, kekuatan, rezeki, persatuan, perlindungan, dan kesejahteraan.

Sebab di balik aktivitas pelabuhan yang tidak pernah berhenti, ada manusia-manusia pekerja yang setiap hari mengerahkan tenaga untuk memastikan roda perdagangan dan logistik nasional terus bergerak.

81 TAHUN MERDEKA, BURUH PELABUHAN HARUS NAIK KELAS

Usia 81 tahun Republik Indonesia harus menjadi momentum evaluasi sekaligus keberanian untuk melangkah lebih jauh.

SP TKBM Indonesia tidak ingin buruh pelabuhan hanya menjadi penonton pembangunan.

Buruh harus menjadi subjek pembangunan.

Buruh pelabuhan harus memiliki akses terhadap pendidikan dan peningkatan kompetensi. Harus mendapatkan perlindungan hukum. Harus memiliki kesempatan membangun usaha. Harus memiliki akses terhadap perumahan yang layak. Dan harus mendapatkan jaminan keselamatan serta kesejahteraan yang sepadan dengan kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

Baca Juga  Jersey Persija Laku Keras Usai Juara Piala Presiden

Karena itu, perjuangan SP TKBM Indonesia diarahkan pada agenda besar :

PENDIDIKAN BURUH.

KOMPETENSI DAN SERTIFIKASI.

KESELAMATAN KERJA.

PERLINDUNGAN HUKUM.

KESEJAHTERAAN.

PERUMAHAN PEKERJA.

PENGUATAN EKONOMI KOPERASI.

DAN KEDAULATAN BURUH PELABUHAN.

JANGAN HANYA BICARA KEMERDEKAAN

Malam 17 Agustus menjadi pengingat bahwa bangsa Indonesia tidak dibangun dengan kata-kata.

Indonesia dibangun dengan pengorbanan, keberanian, persatuan dan kerja keras.

Karena itu, generasi pekerja hari ini juga memiliki tanggung jawab untuk meneruskan perjuangan tersebut dengan cara dan tantangan zamannya.

Jika dahulu para pejuang merebut kemerdekaan dari penjajahan, maka hari ini perjuangan pekerja adalah memastikan kemerdekaan tersebut tidak kehilangan makna di tengah perubahan ekonomi, teknologi, industrialisasi, dan transformasi dunia kerja.

Tidak boleh ada kemajuan ekonomi yang meninggalkan pekerja.

Tidak boleh ada pembangunan pelabuhan yang melupakan buruhnya.

Tidak boleh ada modernisasi yang menghapus martabat pekerja.

Tidak boleh ada pertumbuhan ekonomi yang hanya dinikmati segelintir pihak sementara pekerja tetap berada di garis paling bawah.

Inilah semangat yang dibawa keluarga besar SP TKBM Indonesia dalam menyambut 81 tahun kemerdekaan.

DARI DERMAGA UNTUK INDONESIA

Sekretariat Nasional Gerakan Peradaban malam itu menjadi ruang bertemunya doa dan perjuangan.

Doa untuk bangsa.

Doa untuk pekerja.

Doa untuk keluarga.

Dan tekad untuk membangun masa depan.

Dari pelabuhan, dari dermaga, dari tangan-tangan pekerja yang setiap hari menggerakkan arus barang nasional, SP TKBM Indonesia kembali menyatakan bahwa buruh pelabuhan memiliki hak untuk hidup sejahtera dan memiliki masa depan yang bermartabat.

Momentum syukuran ini sekaligus menjadi penegasan bahwa seluruh jajaran organisasi harus semakin solid, semakin terdidik, semakin kompeten, semakin mandiri secara ekonomi, dan semakin kuat dalam memperjuangkan kepentingan pekerja.

Baca Juga  HIBERNASI INDONESIA MENUJU NUSANTARA RAYA Ketika Bangsa Besar Bangun dari Tidur Panjang Sejarahnya

SATU TEKAD, SATU PERJUANGAN

Memasuki 81 tahun Republik Indonesia, keluarga besar SP TKBM Indonesia meneguhkan satu garis perjuangan:

BERSYUKUR ATAS KEMERDEKAAN.

MENJAGA PERSATUAN.

MEMPERJUANGKAN KEADILAN.

MENINGKATKAN KUALITAS PEKERJA.

MEMBANGUN KESEJAHTERAAN.

MENGUATKAN KEDAULATAN BURUH PELABUHAN.

DAN MEMBANGUN PERADABAN BARU PEKERJA INDONESIA.

Malam pengajian, tumpeng syukuran, dan selamatan bangsa tersebut ditutup dengan doa bersama menjelang detik-detik peringatan 17 Agustus 2026.

Dari Sekretariat Nasional Gerakan Peradaban, pesan itu kembali ditegaskan 81 TAHUN INDONESIA MERDEKA.

JANGAN WARISI KEJAYAAN.

WARISI KEBERANIAN UNTUK MENCIPTAKANNYA KEMBALI.

GERAKAN PERADABAN

BURUH PELABUHAN NAIK KELAS

MERDEKA !

BERSATU UNTUK KESEJAHTERAAN !

HIDUP BURUH INDONESIA !

HIDUP TKBM INDONESIA !

Posting Terkait

Jangan Lewatkan