“100 MC JAKARTA NAIK KELAS!” MELEDAK DI JAKARTA UTARA — BADAN DIKLAT TKBM INDONESIA / BADIKLAT PEKERJA INDONESIA BERSAMA PAGUYUBAN MC JAKARTA UTARA BUKA GERAKAN BESAR PELATIHAN DAN SERTIFIKASI

DARI JAKARTA UTARA, GERAKAN KOMPETENSI DIPERLUAS !

“100 MC JAKARTA NAIK KELAS !” MELEDAK DI JAKARTA UTARA

BADAN DIKLAT TKBM INDONESIA / BADIKLAT PEKERJA INDONESIA BERSAMA PAGUYUBAN MC JAKARTA UTARA BUKA GERAKAN BESAR PELATIHAN DAN SERTIFIKASI
_

Dari Pelatihan MC, Menuju Ekosistem Kompetensi, Sertifikasi dan Sinergi Lintas Pihak_

 

 

Jakarta Utara, 10 AGUSTUS 2026, TKBMNews— Dari Jakarta Utara, sebuah gerakan peningkatan kompetensi sumber daya manusia mulai diperluas.

Sebanyak 135 peserta mengikuti Pelatihan Master of Ceremony (MC) “100 MC Jakarta Naik Kelas!” yang digelar Badan Diklat TKBM Indonesia / Badiklat Pekerja Indonesia bersama Paguyuban MC Jakarta Utara (PMC JU) di Balai Yos Sudarso, Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Senin (10/8/2026).

Kegiatan yang semula menargetkan 100 peserta tersebut mendapat antusiasme tinggi. Jumlah peserta kemudian berkembang menjadi 135 orang. Namun kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan MC.

Di balik kegiatan tersebut terdapat agenda yang lebih besar: membangun ekosistem pendidikan, pelatihan, peningkatan kompetensi dan sertifikasi yang dapat membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat.

Badan Diklat TKBM Indonesia / Badiklat Pekerja Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program pelatihan dan sertifikasi sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak.

“KAMI TIDAK INGIN HANYA MEMBUAT PELATIHAN. KAMI INGIN MEMBANGUN GERAKAN KOMPETENSI.”

Pesan tersebut menjadi salah satu spirit utama kegiatan “100 MC Jakarta Naik Kelas!”.

*DARI 100 MENJADI 135*

Target awal kegiatan ditetapkan sebanyak 100 peserta.

Antusiasme masyarakat justru membuat jumlah peserta berkembang menjadi 135 orang.

Peserta mengikuti rangkaian kegiatan sejak pagi hingga sore yang dirancang dengan metode materi, diskusi, latihan, simulasi dan praktik langsung.

Pada sesi akhir sebelum penutupan, peserta secara bergantian tampil dan mempraktikkan kemampuan menjadi MC.

Baca Juga  KAPAL BOROBUDUR DIBUAT DI BIRA SULAWESI

Mereka mengimplementasikan materi mengenai public speaking, teknik vokal, artikulasi, intonasi, ekspresi, body language, penguasaan panggung, improvisasi hingga etika MC.

Seluruh peserta yang mengikuti rangkaian pelatihan mendapatkan sertifikat pelatihan.

 

KOMPETENSI HARUS MEMBUKA KESEMPATAN

Pembina Badan Diklat TKBM Indonesia / Badiklat Pekerja Indonesia, Subhan Hadil, menegaskan bahwa pelatihan merupakan investasi sumber daya manusia.

Menurutnya, masyarakat harus diberikan ruang untuk belajar dan meningkatkan kemampuan.

“Pelatihan bukan sekadar kegiatan seremonial. Pelatihan adalah investasi manusia. Ketika seseorang memperoleh pengetahuan, keterampilan dan pengalaman, kita sedang meningkatkan kapasitas manusia untuk menghadapi masa depan,” ujar Subhan Hadil.

Ia menegaskan bahwa kompetensi harus mempunyai nilai manfaat yang nyata.

“Kita ingin membangun ekosistem. Pelatihan harus terhubung dengan kompetensi, kompetensi harus membuka kesempatan, dan kesempatan harus mampu meningkatkan kesejahteraan,” tegasnya.

Badan Diklat TKBM Indonesia, lanjut Subhan, siap membuka ruang sinergi dengan berbagai pihak.

Mulai dari pemerintah, dunia usaha, organisasi pekerja, asosiasi profesi, lembaga pendidikan, komunitas, praktisi, trainer, lembaga sertifikasi hingga berbagai elemen masyarakat.

“Kami membuka ruang sinergi seluas-luasnya. Siapa pun yang memiliki keahlian, pengalaman, jejaring dan komitmen untuk meningkatkan kualitas manusia, kami siap berkolaborasi,” ujarnya.

PEMKOT JAKARTA UTARA APRESIASI GERAKAN PENINGKATAN SDM

Pelatihan dibuka oleh Bapak M. Andri, Asisten Pemerintahan Kota Administrasi Jakarta Utara, yang hadir mewakili Wali Kota Kota Administrasi Jakarta Utara.

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Dalam sambutan pembukaan ditegaskan bahwa MC merupakan bagian penting dalam komunikasi publik.

MC bukan sekadar membacakan susunan acara, tetapi harus mampu mengelola suasana, mengatur alur acara, berkomunikasi dengan audiens, melakukan improvisasi dan menjaga profesionalisme.

Baca Juga  PUSKOPELRA Adakan RAT ke 44 dan Konsolidasi Koperasi Pelayaran Rakyat

Semangat “naik kelas” karena itu dimaknai sebagai peningkatan kompetensi, kualitas, kepercayaan diri dan profesionalisme.

TRAINER AHLI DAN BERSERTIFIKASI

Pelatihan menghadirkan Ibu Gesty Probowati W, S.IP, M.SI dan Ratna Sumjnar.

Para trainer memiliki pengalaman dan kompetensi di bidangnya serta memiliki sertifikasi Trainer of Trainer (ToT) dan sertifikasi terkait MC dan Public Speaking, termasuk sertifikasi kompetensi BNSP sesuai bidangnya.

Metode pelatihan menggabungkan teori dan praktik sehingga peserta tidak hanya memahami materi, tetapi langsung menguji kemampuan di depan publik.

MEMBANGUN MC PROFESIONAL

Ketua Paguyuban MC Jakarta Utara, Bang Asep Ziar, menyampaikan bahwa PMC JU berkomitmen meningkatkan kualitas MC di Jakarta Utara.

MC harus terus belajar karena kemampuan komunikasi merupakan keterampilan yang harus terus diasah.

“MC bukan hanya soal keberanian berbicara. Ada teknik, etika, kemampuan membaca situasi dan profesionalisme yang harus terus diasah,” ujar Bang Asep.

ANTUSIASME MASYARAKAT LUAR BIASA

Ketua Pelaksana, Bang Ide Ridwan, menyampaikan bahwa capaian 135 peserta menjadi bukti tingginya antusiasme masyarakat.

Target awal 100 peserta berkembang menjadi 135 peserta.

Seluruh peserta yang mengikuti pelatihan memperoleh sertifikat.

Ia berharap kegiatan ini menjadi awal dari program peningkatan kompetensi yang lebih luas.

DIDUKUNG BERBAGAI ELEMEN JAKARTA UTARA

Kegiatan dihadiri Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Kota Administrasi Jakarta Utara Bapak Muhlis, Ketua Karang Taruna Jakarta Utara Banv Yawan Malik Ibrahim, Ketua Forum Lintas Ormas Jakarta Utara BG Syamsudin, Kepala Markas PMI Jakarta Utara Bang Umar, Ketua Bamus Suku Betawi 1982 Bang M. Ichwan Ridwan, Ketua Komite Masyarakat Jakarta Utara Bang Ifiet Fitri Roza, Ketua Barisan Rakyat Utara (BARU) Bang Jack Faisal, Panglima SATSENA Indonesia M. Suryadin, pengurus dan anggota PMC Jakarta Utara, Pimpinan KK Bos, serta berbagai unsur masyarakat dan organisasi lainnya.

Baca Juga  Bea Cukai dan Buruh Pelabuhan - Keselamatan, Keamanan serta Arus Logistik

MEMBUKA GERBANG KOLABORASI

Badan Diklat TKBM Indonesia / Badiklat Pekerja Indonesia menegaskan bahwa “100 MC Jakarta Naik Kelas!” bukanlah titik akhir.

Ini adalah salah satu pintu masuk menuju agenda yang lebih besar:

MEMPERLUAS AKSES PELATIHAN.

MENINGKATKAN KOMPETENSI.

MENDORONG SERTIFIKASI.

MEMPERKUAT PROFESIONALISME.

MEMBUKA SINERGI LINTAS PIHAK.

MEMBANGUN SDM NAIK KELAS.

Dari Jakarta Utara, gerakan tersebut diharapkan terus berkembang dan menjangkau semakin banyak masyarakat.

Karena masa depan tidak hanya membutuhkan orang yang mau bekerja, tetapi juga manusia yang kompeten, profesional, adaptif dan siap bersaing.

“100 MC JAKARTA NAIK KELAS!”

SATU SEMANGAT: NAIK KOMPETENSI !

PELATIHAN • KOMPETENSI • SERTIFIKASI • SINERGI