PUSKOPELRA Didorong Jadi Pilar Utama Kebangkitan KOPELRA
Layanan Nyata, Konsolidasi Nasional, dan Kepemimpinan Visioner Jadi Kunci

Jakarta, 2.Mei 2026, TKBM News — Peran Pusat Koperasi Pelayaran Rakyat (PUSKOPPELRA) kian menjadi sorotan di tengah dinamika sektor maritim nasional. Bagi pelaku koperasi pelayaran rakyat (KOPELRA), PUSKOPPELRA tidak lagi cukup hanya menjadi wadah koordinasi—melainkan harus tampil sebagai pusat solusi, penggerak usaha, dan penopang operasional armada anggota.
Dorongan ini muncul dari realitas di lapangan: banyak kapal rakyat yang siap berlayar, namun terhambat oleh persoalan klasik—bahan bakar, muatan, legalitas, hingga pembiayaan.

Masalah Nyata – Armada Ada, Tapi Tidak Bergerak
Di berbagai wilayah, kondisi yang dihadapi anggota KOPELRA relatif serupa :
- Akses BBM tidak stabil
- Muatan tidak pasti
- Dokumen operasional menjadi hambatan
- Permodalan terbatas
- Koperasi belum terintegrasi dll
Akibatnya, produktivitas menurun dan potensi ekonomi tidak tergarap maksimal.
“Kita punya kapal, punya SDM, tapi sistemnya belum kuat. Ini yang harus dibenahi,” ungkap salah satu pelaku PELRA.
PUSKOPPELRA Dituntut Hadir dengan Solusi Konkret
Menjawab persoalan tersebut, PUSKOPPELRA didorong untuk mengambil langkah strategis yang langsung menyentuh kebutuhan anggota, antara lain :
- Fasilitasi Pengembangan SPBB ( Stasiun Pengisian Bahan Bakar) Menjamin ketersediaan dan akses BBM melalui kemitraan dan pengembangan SPBB berbasis koperasi.
- Fasilitasi Akses Muatan, Membangun jaringan dengan pemilik barang dan membuka jalur distribusi agar kapal tidak berlayar kosong.
- Pendampingan Legalitas Operasional, Membantu pengurusan dokumen kapal dan perizinan agar tidak menjadi hambatan operasional.
- Akses Pembiayaan dan Permodalan, Menghubungkan koperasi dengan perbankan, KUR, dan LPDB serta membangun skema pembiayaan kolektif.
- Pengembangan Usaha Pendukung, Mendorong koperasi membangun unit usaha yang mendukung kebutuhan operasional anggota.
Konsolidasi Nasional Jadi Kunci
Selain program, PUSKOPPELRA juga dituntut mengaktifkan konsolidasi nasional koperasi pelayaran rakyat.
Tanpa konsolidasi :
- Koperasi berjalan sendiri-sendiri
- Tidak ada kekuatan kolektif
- Sulit bersaing dalam sistem logistik nasional
Dengan konsolidasi :
- Kekuatan terintegrasi
- Akses terbuka
- Program terarah
Konsolidasi bukan sekadar pertemuan—tetapi sistem kerja yang hidup.
Subhan Hadil sebagai Pengawas PUSKOPELRA dalam wawancara khusus dengan awak media di Jakarta 2/5/2026, menegaskan bahwa PUSKOPPELRA harus benar-benar hadir sebagai solusi nyata bagi anggota.
“PUSKOPPELRA tidak boleh hanya menjadi struktur. Harus menjadi pusat gerakan ekonomi koperasi pelayaran rakyat,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa persoalan utama anggota bukan pada kapal, tetapi pada sistem pendukung yang belum optimal.
“Banyak kapal siap jalan, tapi terkendala BBM, muatan, dan dokumen. Di sinilah koperasi harus hadir membantu. PUSKOPPELRA harus memfasilitasi semuanya secara kolektif,” jelasnya.
Lebih lanjut, Subhan menyoroti pentingnya pengembangan usaha pendukung sebagai bagian dari strategi jangka panjang.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan satu usaha. Harus ada pengembangan—mulai dari akses BBM, distribusi muatan, sampai layanan administrasi pelayaran. Semua itu harus dikelola dalam sistem koperasi,” tambahnya.
Terkait kepemimpinan, ia menegaskan bahwa perubahan tidak akan terjadi tanpa figur yang berani bergerak.
“Yang dibutuhkan hari ini adalah kepemimpinan yang visioner, progresif, dan punya jaringan luas. Bukan pemimpin yang diam, tapi yang menggerakkan,” tegasnya.
Arah Besar PUSKOPPELRA sebagai Penguat Armada Rakyat
Jika seluruh peran ini dijalankan, maka PUSKOPPELRA akan menjadi :
- Penguat utama KOPELRA
- Penjamin dukungan operasional armada
- Penggerak ekonomi dan kebutuhan anggota
- Penghubung dengan sistem logistik nasional.
Peran PUSKOPPELRA hari ini semestinya sangat jelas.diantaeanha :
- Hadir untuk anggota.
- Bekerja untuk anggota.
- Menyelesaikan masalah anggota.
Masa depan pelayaran rakyat tidak hanya ditentukan oleh kapal, tetapi oleh sistem yang menopangnya.
Dan sistem itu hari ini bertumpu pada PUSKOPELRA.
Jika dikelola dengan kepemimpinan yang visioner dan progresif, maka :
- KOPELRA akan kuat
- Armada akan bergerak
- PELRA akan bangkit
Koperasi kuat — Armada jalan — Pelayaran rakyat bangkit.














