Desak Menhub dan Dirut KAI Mundur, dr Ali Mahsun ATMO: Ini Soal Nyawa dan Keselamatan, Tragedi Anggrek-KRL Bekasi

Jakarta, 28 April 2026, TKBM News – Berapa jam seusai Presiden Prabowo Subianto melantik 6 pejabat kabinet merah putih reshuffle ke-5, Senin, 27 April 2026, tepatnya jam 20.57 WIB terjadi tragedi KRL yang berhenti di Stasiun Bekasi Timur ditabrak KA Argo Bromo Anggrek dari arah Jakarta. Sebanyak 14 nyawa melayang dan 84 korban luka-luka dirawat di 6 rumah sakit. Lebih dari itu, tragedi ini akibatkan trauma psikis dan rasa tidak aman naik kereta api. Sangat memiluhkan, dan gambarkan semrawutnya tata kelola perkerata apian di Indonesia. Bahkan bisa jadi kaca spion sengkarutnya tata kelola negeri ini, dimana beberapa waktu lalu juga terjadi Tragesi Kedaulatan Bandar Udara Swasta Morowali Sulawesi. Tragedi Anggrek-KRL Bekasi Timur adalah soal nyawa dan keselamatan anak manusia. Bukan sekedar sebuah otoritatif pejabat negara terkait. Oleh karena itu, Menteri Perhubungan dan Direktur Utama PT KAI harus bertanggungjawab secara moral dan etik. Kalau di Jepang harakiri, tegas dr. Ali Mahsun ATMO, M. Biomed. Presiden Kawulo Alit Indonesia (KAI), Jakarta, Selasa, 28/4/2026.

Dalam kunjungannya ke TKP dan menjenguk para korban, Presiden Prabowo sampaikan rasa prihatin, duka cita dan bela sungkawa, serta perintahkan investigasi menyeluruh. Lebih dari itu, sudah setujui anggaran Rp 4 trilyun untuk perbaiki 1.800 lintasan kereta api di Pulau Jawa, baik dengan flyover maupun post jaga. Sekali lagi, tragedi Anggrek-KRL Bekasi Timur ini bukan sekedar sebuah otoritatif para pejabat negara terkait, melainkan melekat tanggungjawab moral dan etik. Untuk itu, saya mendesak Menteri Perhubungan dan Direktur Utama PT KAI segera mengundurkan diri, pungkas Ketua Umum APKLI-P lulusan FK Unibraw Malang dan FKUI Jakarta.













