92 Tahun Guru Bangsa : Spirit H.O.S. Tjokroaminoto Menggema dalam Gerakan Peradaban SP TKBM Indonesia
Refleksi 92 tahun wafatnya Guru Bangsa

Jakarta, 1 Maret 2026, TKBM News – Peringatan 92 tahun wafatnya Guru Bangsa H.O.S. Tjokroaminoto menjadi momentum refleksi perjuangan dan arah peradaban bangsa. Spirit “Setinggi-tinggi ilmu, semurni-murni tauhid, sepintar-pintar siasat” kembali digaungkan dalam Gerakan Peradaban yang diinisiasi oleh Subhan Hadil, Ketua Umum Pimpinan Pusat SP TKBM Indonesia.
Dalam sebuah diskusi bertajuk Gerakan Peradaban di Sekretariat Nasional Pimpinan Pusat SP TKBM Indonesia 28/2/2026, Subhan Hadil menegaskan bahwa perjuangan buruh hari ini tidak cukup hanya berbicara soal upah dan kesejahteraan, tetapi harus naik pada level pembangunan ilmu, moral, dan strategi kolektif.

“Jika Tjokroaminoto membangun kesadaran kebangsaan di era kolonial, maka hari ini kita membangun kesadaran peradaban. Buruh harus naik kelas, berilmu, profesional, dan bermartabat,” tegasnya dalam diskusi yang disampaikan di hadapan kader dan pengurus.
Dari Amanah Tjokroaminoto ke Gerakan Buruh Modern
Sebagaimana Tjokroaminoto membesarkan Sarekat Islam sebagai organisasi rakyat terbesar pada masanya, Gerakan Peradaban SP TKBM Indonesia diarahkan menjadi kekuatan transformasi buruh pelabuhan di era modern.
Program-program strategis yang dikedepankan antara lain :
- Buruh Sekolah & Buruh Sarjana
- Penguatan pendidikan dan pelatihan melalui Badan Diklat
- Standarisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
- Pemberdayaan ekonomi kolektif
- Konsolidasi ideologi dan moral perjuangan
Gerakan ini menempatkan pendidikan sebagai fondasi utama. Ilmu dipandang bukan sekadar gelar, tetapi alat pembebasan dan peningkatan martabat.
Mewarisi Api Perjuangan
Tjokroaminoto dikenal sebagai guru para pemimpin bangsa, termasuk Soekarno. Rumahnya menjadi pusat lahirnya kader-kader pergerakan lintas ideologi. Spirit kaderisasi inilah yang kini dihidupkan kembali melalui penguatan kapasitas buruh pelabuhan.
Menurut Subhan Hadil, pelabuhan adalah simpul ekonomi nasional. Karena itu, buruh pelabuhan bukan sekadar pekerja teknis, tetapi bagian dari tulang punggung logistik bangsa.
“Ketika buruh menggenggam ilmu dan kesadaran, bangsa sedang menata masa depannya,” ujarnya.
Peradaban sebagai Agenda Kolektif
Refleksi 92 tahun wafatnya Guru Bangsa tidak berhenti pada seremoni. Gerakan Peradaban diproyeksikan sebagai agenda jangka panjang: membangun organisasi bukan hanya sebagai alat advokasi, tetapi sebagai pusat pendidikan, pusat ekonomi, dan pusat pembentukan karakter.
Pesan Tjokroaminoto kembali menemukan relevansinya di tengah tantangan ketimpangan sosial dan perubahan zaman.
Ilmu untuk membebaskan.
Tauhid untuk menjaga integritas.
Siasat untuk memenangkan perjuangan.
Dengan semangat itu, SP TKBM Indonesia menegaskan komitmennya menjadikan buruh pelabuhan sebagai kekuatan peradaban — bukan hanya penonton dalam arus pembangunan nasional.
92 tahun telah berlalu, namun api itu belum padam.
Kini ia menyala di pelabuhan-pelabuhan Indonesia. 🇮🇩










