Dari Dermaga ke Redaksi – Jalan Buruh Pelabuhan Menjadi Jurnalis Handal

Dari Dermaga ke Redaksi –
Jalan Buruh Pelabuhan Menjadi Jurnalis Handal

 

 

Jakarta, 13 September 2025, TKBM News – Tidak ada yang mustahil dalam hidup. Seorang buruh pelabuhan yang sehari-hari berkeringat mengangkat barang, menata kontainer, atau menjaga bongkar muat kapal pun bisa bermetamorfosis menjadi jurnalis handal. Asalkan ada niat, kesungguhan, dan langkah nyata, jalan itu akan terbuka.

Jurnalisme sejatinya lahir dari kepekaan terhadap realitas. Siapa pun yang dekat dengan denyut kehidupan rakyat, justru punya modal besar untuk menjadi jurnalis. Dan buruh pelabuhan adalah sosok yang hidup setiap hari bersama denyut nadi ekonomi bangsa, menjadi saksi bisu dinamika perdagangan internasional, hingga merasakan getirnya perjuangan kelas pekerja.

Mengapa Buruh Pelabuhan Bisa Menjadi Jurnalis Handal ❓

  1. Dekat dengan Realitas Sosial
    Buruh pelabuhan menyaksikan langsung kehidupan keras, ketidakadilan, solidaritas, dan semangat juang. Semua itu adalah bahan mentah berita yang bernilai tinggi.
  2. Memiliki Sudut Pandang Unik
    Jurnalisme membutuhkan perspektif berbeda. Pengalaman nyata di lapangan membuat buruh pelabuhan mampu menulis dari “mata rakyat”, bukan sekadar teori.
  3. Modal Kejujuran dan Keberanian
    Dunia buruh adalah sekolah kehidupan. Kejujuran, keteguhan, dan keberanian yang ditempa di dermaga sangat dekat dengan nilai dasar jurnalisme.

Langkah-Langkah Menjadi Jurnalis Handal dari Seorang Buruh Pelabuhan

  • Melatih Kepekaan dan Observasi
    Mulailah dengan membiasakan diri memperhatikan detail: peristiwa kecil di dermaga, dinamika kerja, hingga kebijakan yang memengaruhi kehidupan buruh. Catat semua dalam buku harian.
  • Belajar Menulis Sederhana
    Tidak perlu langsung menulis berita panjang. Tulis pengalaman harian, cerita kawan kerja, atau kejadian penting di pelabuhan. Latihan konsisten akan menajamkan kemampuan bercerita.
  • Mengenal Dasar-dasar Jurnalistik
    Pelajari teknik menulis berita: 5W+1H (apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, bagaimana). Banyak sumber gratis tersedia, mulai dari buku, kursus daring, hingga pelatihan komunitas pers.
  • Menguasai Teknologi Dasar
    Jurnalisme era digital menuntut kemampuan menggunakan smartphone untuk memotret, merekam video, hingga menyunting tulisan. Modal sederhana ini sudah cukup untuk memulai.
  • Membangun Jejaring                    Bergabung dengan komunitas media, organisasi jurnalis, atau media buruh akan membuka ruang belajar sekaligus kesempatan publikasi.
  • Menjaga Etika dan Integritas
    Jurnalis bukan sekadar pencatat peristiwa, tapi juga pengawal kebenaran. Kejujuran, keberimbangan, dan keberanian melawan tekanan adalah fondasi utama.
  • Konsisten dan Berani Publikasi
    Mulailah menulis di media komunitas, blog pribadi, atau media sosial. Dari sana, karya akan dikenal dan bisa menjadi pintu masuk ke dunia jurnalisme profesional.
Baca Juga  1% Dana CSR Pelindo, KBN, dan Perusahaan Logistik Nasional untuk Sukseskan Gerakan Peradaban "Program Buruh Sekolah dan Buruh Sarjana"

Contoh Nyata, Buruh yang Menjadi Jurnalis

Di banyak tempat, sudah ada kisah nyata buruh yang bertransformasi menjadi jurnalis.

  • Marsinah , seorang buruh pabrik yang menjadi simbol perlawanan, menulis catatan harian berisi kisah hidup dan perjuangan buruh. Meski hidupnya tragis, catatan itu menjadi bahan liputan jurnalistik dan dikenang sebagai suara buruh yang menggugah.
  • Solidaritas.net di Karawang lahir dari gerakan buruh yang mulai menulis sendiri pengalaman mereka. Dari sekadar selebaran, berkembang menjadi portal berita buruh yang diakui banyak kalangan. Para penulisnya sebagian adalah mantan buruh yang belajar jurnalisme secara otodidak.

Kini di kalangan buruh pelabuhan, sudah ada Media milik TKBM. TKBM News . Media ini lahir sebagai corong informasi, wadah edukasi, sekaligus ruang ekspresi buruh pelabuhan. TKBM News menjadi bukti bahwa buruh mampu mengelola media sendiri—menulis berita, membuat liputan, hingga menyuarakan aspirasi anggota TKBM kepada publik. Kehadiran TKBM News adalah contoh nyata bahwa buruh tidak hanya bisa menjadi pembaca, tetapi juga produsen informasi.

Dari Buruh Menjadi Penjaga Kebenaran

Perjalanan dari dermaga ke ruang redaksi memang tidak mudah. Tapi justru dari kerasnya hidup buruh pelabuhan, lahirlah keteguhan dan kepekaan yang dibutuhkan seorang jurnalis.

Seorang buruh yang menulis dengan hati bisa lebih tajam daripada jurnalis profesional yang sekadar mengejar popularitas. Karena jurnalisme sejati bukan hanya profesi, tetapi panggilan nurani untuk menyuarakan kebenaran dan keadilan.

 

oleh : Subhan Hadil – Ketua Umum Pimpinan  Pusat SP TKBM Indonesia – Founder Zuria Network & TKBM News