Gerakan Peradaban Melakukan Upaya atas Garis Kemiskinan Versi Bank Dunia

Gerakan Peradaban Melakukan Upaya atas Garis Kemiskinan Versi Bank Dunia

 

Jakarta, 11 Juni 2025, TKLaporan terbaru dari Bank Dunia mengungkapkan bahwa 194 juta penduduk Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan jika menggunakan standar internasional sebesar USD 2,15 per hari. Ini berarti lebih dari 70% penduduk Indonesia berada dalam kondisi ekonomi yang sangat rentan. Meskipun data resmi dari BPS menyatakan angka kemiskinan nasional hanya sekitar 9,36%, realitas di lapangan menunjukkan ketimpangan dan kesenjangan sosial yang masih sangat besar.

Hal ini menjadi peringatan serius bahwa pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya berdampak pada kehidupan rakyat kecil, khususnya para buruh, pekerja sektor informal, dan komunitas miskin di perkotaan maupun pedesaan.

SP TKBM Indonesia Membuat Gebrakan

Menjawab kondisi ini, Ketua Umum Pimpinan Pusat Serikat Pekerja TKBM Indonesia Subhan Hadil, melakukan gebrakan besar melalui peluncuran Gerakan Peradaban, yang terdiri atas dua program strategis dan transformatif: Program Buruh Sekolah dan Program Buruh Sarjana.

Gebrakan ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian terhadap nasib buruh pelabuhan dan sektor kerja lainnya, tetapi juga menjadi tonggak sejarah baru bagi gerakan buruh Indonesia, karena menjadikan pendidikan sebagai senjata utama melawan kemiskinan struktural.

Program Buruh Sekolah & Buruh Sarjana : Jalan Peradaban dari Akar Rumput

  1. Program Buruh Sekolah
    Dirancang untuk membantu para buruh dan keluarganya yang belum menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah agar bisa kembali sekolah melalui jalur formal dan informal. Program ini fleksibel, disesuaikan dengan waktu kerja, dan difasilitasi oleh mitra pendidikan masyarakat.

  2. Program Buruh Sarjana
    Mendorong para buruh dan anak-anak buruh untuk menempuh pendidikan tinggi melalui beasiswa, kelas kuliah malam, sistem kampus terbuka, dan dukungan dari perguruan tinggi vokasi. Tujuannya bukan hanya untuk mencetak lulusan, tetapi melahirkan pemimpin baru dari kalangan buruh yang melek ilmu, kritis, dan berdaya saing.

Baca Juga  Nurhani Terpilih sebagai Ketua Cabang Tg. Priok pada Musyawarah Cabang SP TKBM Indonesia

Gerakan Peradaban: Melampaui Batas Kemiskinan

Gerakan Peradaban yang diinisiasi oleh SP TKBM Indonesia bukan hanya gerakan sosial, tapi juga gerakan transformatif menuju keadilan sosial dan pemberdayaan sejati. Dengan memanfaatkan kekuatan kolektif buruh, jaringan koperasi, dan kemitraan strategis dengan instansi pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor swasta, gerakan ini telah membuka peluang nyata untuk:

  • Meningkatkan kualitas SDM buruh melalui pendidikan dan sertifikasi.
  • Menurunkan angka kemiskinan secara struktural melalui akses ekonomi dan keterampilan.
  • Mengubah stigma buruh sebagai objek bantuan menjadi subjek perubahan.

Mengubah Nasib Lewat Pendidikan

Ketua Umum Pimpinan Pusat SP TKBM Indonesia Subhan Hadil,  menegaskan bahwa :

“Perjuangan buruh tidak boleh berhenti di upah dan jaminan sosial saja. Kita harus masuk ke ranah pendidikan, karena hanya lewat pendidikan buruh bisa melampaui garis kemiskinan dan berdiri sejajar sebagai warga negara yang berdaulat.”

Pernyataan ini mencerminkan semangat baru gerakan buruh Indonesia: tidak hanya menuntut, tapi membangun. Tidak hanya memperjuangkan hak hari ini, tapi menyiapkan masa depan.

Gerakan Peradaban Adalah Harapan Baru

Ketika 194 juta rakyat masih hidup di bawah garis kemiskinan menurut standar global, maka Gerakan Peradaban yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum SP TKBM Indonesia menjadi oase di tengah kegersangan kebijakan pembangunan yang belum merata.

Ini adalah ajakan untuk seluruh elemen bangsa—pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat sipil—untuk bergotong royong membangun bangsa dari akar rumput, dengan buruh sebagai pusat kekuatan perubahan.

Gerakan Peradaban bukan sekadar program. Ini adalah arah baru. Ini adalah harapan. Dan inilah jalan bangsa menuju Indonesia yang benar-benar berkeadilan dan beradab.