1% Dana CSR Pelindo, KBN, dan Perusahaan Logistik Nasional untuk Sukseskan Gerakan Peradaban “Program Buruh Sekolah dan Buruh Sarjana”

1% Dana CSR Pelindo, KBN, dan Perusahaan Logistik Nasional untuk Sukseskan Gerakan Peradaban “Program Buruh Sekolah dan Buruh Sarjana”

 

Jakarta, 29 Mei 2025, TKBM News – Dalam momentum kebangkitan SDM pelabuhan Indonesia, Ketua Umum Pimpinan Pusat SP TKBM Indonesia menyerukan agar 1% dari Dana Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) milik Pelindo Holding berserta anak cucu perusahan dan cabang, Kawasan Berikat Nusantara (KBN) beserta anak cucu perusahan, serta perusahaan-perusahaan maritim dan logistik nasional dialokasikan untuk mendukung Gerakan Peradaban Buruh Sekolah dan Buruh Sarjana, termasuk program pendidikan dan pelatihan peningkatan keterampilan (upskilling) buruh pelabuhan.

Gerakan ini adalah wujud nyata dari tekad buruh pelabuhan untuk membangun masa depan yang lebih cerdas, mandiri, dan bermartabat. Tak hanya pendidikan formal, program ini juga mencakup pelatihan dan sertifikasi keahlian yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja pelabuhan saat ini.

Dana CSR tersebut diusulkan untuk mendukung program-program strategis sebagai berikut:

1. Program Buruh Sekolah: Pendidikan Dasar dan Menengah

Sasaran utama adalah buruh pelabuhan (TKBM), supir truk, pekerja sektor pelabuhan lainnya, dan keluarganya yang belum menyelesaikan:

  • Paket A (setara SD)
  • Paket B (setara SMP)
  • Paket C (setara SMA)
    Diselenggarakan melalui kemitraan dengan PKBM resmi dan berizin dari Dinas Pendidikan.

2. Program Buruh Sarjana (S1)

Memberikan akses pendidikan tinggi strata-1 bagi buruh pelabuhan aktif melalui kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi, seperti :

  • Perguruan Tinggi Dakwah Islam Indonesia (PTDII): Fakultas Hukum dan Komunikasi
    Ke depan, program ini akan diperluas dengan kampus-kampus lainnya di sekitar wilayah pelabuhan.

3. Pelatihan dan Sertifikasi Keterampilan melalui Badan Diklat TKBM Indonesia

Untuk meningkatkan daya saing dan profesionalisme, dana CSR akan digunakan untuk:

  • Pelatihan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)
  • Safety Driving untuk Supir Truk Pelabuhan
  • Sertifikasi Operator Forklift, Crane, dan Peralatan Bongkar Muat
  • Pelatihan Soft Skill dan Manajemen Dasar
  • Program Sertifikasi BNSP dan Kementerian Terkait
Baca Juga  “Buruh Pelabuhan Siap Duduki Istana : Tuntut Keadilan Pendidikan dan Hak Belajar”

Semua program dijalankan terpusat dan terstandar melalui Badan Diklat TKBM Indonesia, lembaga resmi dan kompeten milik buruh pelabuhan.

Pendidikan dan Pelatihan adalah Investasi SDM Pelabuhan

“CSR jangan hanya berhenti di spanduk dan seremoni. Sudah saatnya menyentuh akar kesejahteraan buruh : yaitu pendidikan dan peningkatan keterampilan, itu yang kami usulkan ke Presiden Prabowo” tegas Ketua Umum Pimpinan Pusat SP TKBM Indonesia, yang juga Koordinator Aliansi Nasional Buruh Pelabuhan Indonesia.

Dengan alokasi minimal 1% dari CSR, maka perusahaan turut mendorong lahirnya SDM pelabuhan unggul, bersertifikasi, dan siap menghadapi era logistik modern.

 

Posting Terkait

Jangan Lewatkan