Mengenal  sosok Raja Mogok, RM Surjopranoto, Tokoh Syarikat Islam dan Pelopor Gerakan Buruh Indonesia

Mengenal sosok Raja Mogok, RM Surjopranoto, Tokoh Syarikat Islam dan Pelopor Gerakan Buruh Indonesia

Gerakan Buruh Indonesia Mesti Tahu dan Belajar Sejarah

foto dok : Gambar ilustrasi dari RM Surjopranoto, menggambarkan semangat dan perjuangannya dalam gerakan buruh Indonesia.

 

Dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, nama RM Surjopranoto sering kali terlupakan, meskipun beliau adalah sosok penting dalam memperjuangkan hak-hak buruh. Dikenal sebagai “Raja Mogok” (De Stakingskoning) oleh pemerintah kolonial Belanda, RM Surjopranoto merupakan tokoh yang pertama kali memimpin gerakan buruh secara terorganisir di Indonesia.

Siapa RM Surjopranoto ?

RM Surjopranoto lahir di Yogyakarta pada 20 Mei 1871. Beliau adalah kakak kandung dari Ki Hajar Dewantara, tokoh pendidikan Indonesia. Sebagai bangsawan Jawa, Surjopranoto memiliki pendidikan tinggi yang jarang dimiliki oleh rakyat jelata pada masa itu. Namun, ia memilih untuk berjuang bersama kaum buruh, meninggalkan kenyamanan hidupnya sebagai seorang priyayi.

Peran di Syarikat Islam

Sebagai anggota aktif Syarikat Islam (SI), RM Surjopranoto memahami pentingnya memadukan perjuangan ekonomi dengan perjuangan politik untuk melawan penjajahan. Di bawah bendera Syarikat Islam, ia mendirikan dan memimpin organisasi-organisasi buruh untuk menuntut perbaikan kondisi kerja, kenaikan upah, dan penghapusan diskriminasi yang diterapkan oleh perusahaan-perusahaan milik kolonial Belanda.

Gerakan Mogok dan Perjuangan Buruh

Surjopranoto dikenal karena keberaniannya dalam memimpin aksi mogok kerja, yang menjadi senjata ampuh dalam perjuangan buruh pada masa itu. Salah satu aksi mogok paling terkenal terjadi pada tahun 1920-an, ketika buruh di perkebunan milik Belanda di Jawa Tengah dan Jawa Timur menuntut kenaikan upah. Aksi ini berhasil menarik perhatian luas dan menanamkan kesadaran akan pentingnya solidaritas buruh.

Meskipun mendapat tekanan berat dari pemerintah kolonial, Surjopranoto tidak pernah menyerah. Ia berulang kali dipenjara karena kegiatannya dianggap mengancam stabilitas pemerintahan kolonial. Namun, perjuangannya terus menginspirasi gerakan buruh hingga era kemerdekaan.

Baca Juga  Borjuis dan Kaum Elit : Mereka Takut Buruh Pelabuhan Sekolah dan Jadi Sarjana !

Pelajaran Penting dari RM Surjopranoto

Gerakan buruh Indonesia saat ini dapat mengambil banyak pelajaran dari perjuangan RM Surjopranoto. Beliau mengajarkan pentingnya :

1. Kesadaran Kolektif : Buruh harus bersatu dalam memperjuangkan hak-hak mereka, karena kekuatan terbesar terletak pada solidaritas.

2. Keberanian Melawan Ketidakadilan: Surjopranoto menunjukkan bahwa perjuangan menuntut keberanian, meskipun menghadapi ancaman besar.

3. Perpaduan Strategi Ekonomi dan Politik : Hak-hak buruh tidak dapat diperjuangkan hanya melalui aksi ekonomi; dibutuhkan strategi politik yang matang.

Menghormati Warisan Sejarah

Generasi buruh Indonesia masa kini memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan semangat perjuangan RM Surjopranoto. Dengan memahami sejarah dan belajar dari para pendahulu, gerakan buruh dapat terus berkembang menjadi kekuatan yang berdaya guna bagi keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Mari kita jadikan RM Surjopranoto sebagai inspirasi, bukan hanya sebagai bagian dari sejarah, tetapi juga sebagai simbol perjuangan yang relevan untuk menjawab tantangan zaman. Gerakan buruh Indonesia harus melangkah ke depan dengan membawa semangat dan nilai-nilai yang telah dirintis oleh tokoh-tokoh seperti beliau.

Alfatiha ..

oleh : Subhan Hadil – Ketua Umum Pimpinan Pusat SP TKBM Indonesia /Koordinator Nasional Aliansi Buruh Pelabuhan Indonesia

Posting Terkait

Jangan Lewatkan