Koperasi Dapat Menjadi Ujung Tombak Dalam Memperkuat Ketahanan Pangan dan Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat

Berita, Ekonomi, Food, Koperasi1759 Dilihat

Koperasi Dapat Menjadi Ujung Tombak Dalam Memperkuat Ketahanan Pangan dan Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat

Menurut Suyanto, Ketua Umum Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (KOPTI)

 

Jakarta 20 Desember 2024, TKBM News – Mengoptimalkan peran koperasi dalam mendukung pembangunan ekonomi negara, khususnya dalam mencapai tujuan swasembada pangan, menjadi harapan besar untuk mewujudkan ketahanan pangan yang lebih baik. Koperasi diharapkan dapat menjadi pilihan utama dalam membangun kelembagaan yang efisien serta mempermudah intervensi guna mencapai Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo.

Salah satu fokus utama dari Asta Cita Pemerintahan ini adalah penguatan koperasi sebagai pendorong bagi berbagai program prioritas nasional, antara lain pencapaian swasembada pangan, pengembangan industri agromaritim berbasis koperasi, serta industrialisasi hilirisasi melalui koperasi yang berpotensi menciptakan peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari upaya pengentasan masalah gizi buruk dan stunting, koperasi diharapkan berperan aktif dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini bertujuan untuk memastikan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, memperbaiki kualitas hidup, mengurangi angka stunting, serta mengentaskan kemiskinan. Selain itu, program ini juga berfungsi untuk mempercepat pemulihan ekonomi rakyat melalui sektor koperasi.

Dalam kerangka Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), koperasi diharapkan berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur, penciptaan lapangan kerja berkualitas, serta pengembangan industri kreatif dan agromaritim di wilayah sentra produksi. Koperasi diharapkan menjadi motor penggerak untuk mendorong kewirausahaan dan memperkuat sektor industri berbasis sumber daya lokal.

Selaras dengan Undang-Undang (UU) No 59/2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045, indikator kinerja koperasi ditetapkan dengan target rasio volume usaha koperasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang diperkirakan meningkat signifikan. Pada 2025, targetnya adalah mencapai 1,17%, dan pada 2045, diharapkan mencapai 5%. Hal ini menunjukkan bahwa koperasi memegang peranan penting dalam perekonomian nasional dalam jangka panjang.

Baca Juga  Waqaf An-Nur Corporation Berhad (Waqaf An-Nur) dan Asosiasi Nazhir Indonesia (ANI) Resmi Teken MoU Pengembangan Wakaf Produktif Lintas Negara

Berbagai langkah strategis telah dilakukan dalam upaya penguatan ekosistem koperasi. Beberapa di antaranya melibatkan koperasi dalam kegiatan swasembada pangan, revitalisasi Koperasi Unit Desa (KUD), hilirisasi produk, serta penguatan usaha simpan pinjam. Selain itu, penekanan pada penerapan tata kelola koperasi yang baik (good governance), rebranding koperasi agar lebih modern, dan penguatan digitalisasi dalam operasional koperasi menjadi langkah penting untuk memajukan koperasi ke depan.

Hingga akhir tahun 2024, jumlah koperasi yang terdaftar di Indonesia mencapai 130.119 unit dengan total anggota sebanyak 28,9 juta orang. Meskipun telah mengalami perkembangan signifikan, tantangan terbesar dalam pengembangan koperasi tetap ada, seperti kurangnya regenerasi kepemimpinan, rendahnya profesionalisme, dan adanya tata kelola yang masih tradisional. Hal ini menjadi hambatan utama dalam meningkatkan daya saing koperasi.

Untuk mendukung pelaksanaan berbagai program prioritas pada tahun 2025, pemerintah berencana merevisi Undang-Undang Koperasi serta regulasi terkait untuk menciptakan ekosistem koperasi yang lebih kondusif. Selain itu, upaya pendirian koperasi simpan pinjam dan pengembangan platform digitalisasi koperasi juga akan dilakukan untuk mempermudah akses dan meningkatkan efisiensi operasional koperasi.

Beberapa program lainnya yang akan digalakkan mencakup pengembangan koperasi ojek online, revitalisasi Koperasi Unit Desa (KUD), serta produksi minyak untuk rakyat sebagai alternatif penyediaan minyak murah. Koperasi juga akan berperan dalam penyaluran pupuk murah bagi petani anggota koperasi serta berpartisipasi dalam produksi energi biomassa dan pengelolaan sumur minyak rakyat yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar lokasi tambang.

Menurut Suyanto, Ketua Umum Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (KOPTI), “Dengan berbagai langkah strategis yang terus dilakukan, koperasi diharapkan dapat menjadi ujung tombak dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan menciptakan peluang ekonomi yang lebih inklusif.”

Baca Juga  Upah Sektoral : Pekerja Buruh Pelabuhan Masuk dalam Kebijakan Upah Sektoral, Dukung Kesejahteraan Pekerja

Suyanto melanjutkan, “Dukungan dari seluruh pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun sektor swasta, sangat dibutuhkan untuk mewujudkan visi besar ini. Sehingga koperasi tidak hanya berperan sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga sebagai pendorong utama dalam membangun ekonomi kerakyatan yang lebih tangguh dan berkelanjutan,” pungkasnya.

(By: Ki Ageng Sambung Bhadra Nusantara)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan